• Selasa, 10 Februari 2026

Keluhan Jalan Rusak Menguat, Parosil Mabsus Prioritaskan Infrastruktur dan Penataan Kota Liwa

Selasa, 10 Februari 2026 - 14.35 WIB
24

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat memimpin rapat perencanaan penataan Kota Liwa yang digelar di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat, Selasa (10/2/2026), sebagai langkah awal menyiapkan prioritas pembangunan daerah. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mulai memfokuskan arah pembangunan tahun 2026 pada penguatan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan penataan kawasan Kota Liwa sebagai ibu kota kabupaten.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat perencanaan penataan Kota Liwa yang digelar di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat, Selasa (10/2/2026), sebagai langkah awal menyiapkan prioritas pembangunan daerah.

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus, didampingi Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, serta dihadiri sejumlah perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala BPKAD, Kepala DLH, dan Kepala Dinas Perhubungan, yang memiliki peran strategis dalam pembangunan fisik dan penataan wilayah.

Dalam arahannya, Parosil menegaskan bahwa penataan Kota Liwa harus berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur dasar agar pembangunan tidak hanya terlihat dari sisi estetika, tetapi juga fungsional bagi masyarakat.

Menurutnya, perencanaan pembangunan infrastruktur tahun 2026 perlu disusun sejak dini, mengingat keterbatasan kemampuan anggaran daerah yang menuntut skala prioritas yang jelas dan terukur.

Parosil menekankan bahwa setiap program infrastruktur yang direncanakan harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memiliki dampak langsung terhadap mobilitas serta aktivitas ekonomi warga.

“Untuk perencanaan pembangunan Kota Liwa tahun 2026, kita harus membahasnya lebih awal. Keterbatasan anggaran membuat kita harus benar-benar selektif menentukan kegiatan yang paling dibutuhkan masyarakat,” ujar Parosil.

Selain penataan kawasan perkotaan, Parosil secara khusus menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Lampung Barat. Ia meminta agar perbaikan dan peningkatan ruas jalan, terutama di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh, menjadi salah satu fokus utama pembangunan pada tahun 2026.

“Saya berharap ruas-ruas jalan yang berlubang atau rusak, khususnya di Suoh dan Bandar Negeri Suoh, bisa diupayakan kembali mulus. Intinya, harus ditangani bagaimanapun caranya,” tegasnya.

Parosil juga mengingatkan agar perencanaan infrastruktur dilakukan berbasis data lapangan yang akurat, sehingga pembangunan tidak bersifat asumtif. Ia menyebutkan bahwa data kebutuhan infrastruktur dapat dirujuk dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tahun 2025–2026.

Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan prinsip pembangunan yang menitikberatkan pada kualitas hasil, bukan banyaknya jumlah proyek yang dikerjakan. “Lebih baik menyelesaikan satu pekerjaan infrastruktur secara tuntas, daripada mengerjakan banyak proyek namun hasilnya tidak maksimal,” katanya.

Melalui rapat ini, Pemerintah Lampung Barat berharap perencanaan pembangunan infrastruktur, baik penataan Kota Liwa maupun perbaikan jalan di wilayah kecamatan, dapat disusun secara matang, terukur, dan berdampak nyata bagi peningkatan pelayanan serta kualitas hidup masyarakat.

Sekedar diketahui, akhir-akhir ini sejumlah masyaraka di berbagai wilayah di Lampung Barat rami-ramai mengeluhkan kondisi ruas jalan di wilayah masing-masing yang mengalami kerusakan bahkan ada yang belum tersentuh pembangunan.

Momen tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk mempertimbangkan prioritas pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga akses masyarakat tidak terhambat. (*)