• Kamis, 14 Mei 2026

Tekan KDRT dan Kekerasan Anak, DPPPA Bandar Lampung Gencar Edukasi Masyarakat

Selasa, 10 Februari 2026 - 14.00 WIB
2

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bandar Lampung, Dra. Maryamah. Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bandar Lampung terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya menekan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta kekerasan terhadap anak di wilayah Bandar Lampung.

Kegiatan edukasi tersebut dilakukan melalui sosialisasi langsung ke masyarakat, sekolah, serta kelompok-kelompok warga, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bandar Lampung, Dra. Maryamah menyampaikan bahwa upaya pencegahan menjadi langkah utama dalam menekan kasus kekerasan yang masih terjadi di lingkungan keluarga maupun sosial.

“Kami tidak hanya menangani kasus, tetapi juga terus melakukan pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Harapannya, kesadaran akan perlindungan perempuan dan anak semakin meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kasus KDRT dan kekerasan anak sering kali tidak dilaporkan karena korban merasa takut atau tidak memahami mekanisme pelaporan.

Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk berani melapor jika menemukan atau mengalami tindak kekerasan.

Selain itu, DPPPA DPPPA Kota Bandar Lampung juga memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Pemerintah Kota Bandar Lampung turut mendukung program tersebut dan menilai bahwa penanganan kekerasan harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pencegahan hingga pendampingan korban.

Sementara itu, sejumlah warga menyambut baik langkah edukasi yang dilakukan, karena dinilai dapat memberikan pemahaman lebih luas mengenai pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan bebas dari kekerasan.

Dengan adanya program edukasi berkelanjutan ini, diharapkan angka KDRT dan kekerasan terhadap anak di Bandar Lampung dapat terus ditekan, serta tercipta lingkungan sosial yang lebih aman, sehat, dan ramah bagi perempuan dan anak. (*)