• Selasa, 10 Februari 2026

Terungkap Fakta Baru Misteri Kematian Pria di Penginapan Bandar Lampung, Diantar Pria Misterius hingga SIM Card Hilang

Selasa, 10 Februari 2026 - 10.35 WIB
46

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Penyelidikan kasus kematian Hendradjaja (61), warga Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, yang ditemukan tewas dengan kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban di sebuah kamar penginapan kamar Pondok Inap Kost Trijo, Jalan Untung Suropati, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung terus mengungkap sejumlah kejanggalan.

Terbaru, polisi menemukan fakta bahwa korban tidak datang seorang diri ke lokasi. Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi, korban diketahui diantar oleh seorang pria tak dikenal sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menjelaskan bahwa pria yang mengantar korban tersebut kini masih dalam proses pencarian dan pendalaman identitasnya.

“Dari hasil pemeriksaan saksi dan CCTV, korban datang diantar seorang laki-laki. Sosok ini masih kami dalami dan lakukan pencarian,” ujar Kompol Gigih, Selasa (10/2/26).

Dalam rekaman yang sama, korban sempat terlihat berkomunikasi dengan ibu kos setempat. Namun setelah itu, korban hanya terlihat seorang diri berada di dalam kamar hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa. Polisi menyebut pria yang mengantar korban sebagai ‘Mr X’ dan belum dapat memastikan peran maupun keterlibatannya.

“‘Mr X ini masih kami identifikasi. Berdasarkan CCTV, setelah diantar, korban berada sendiri di dalam kamar,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, kejanggalan lain juga ditemukan pada barang-barang milik korban. Meski ponsel dan dompet korban ditemukan di lokasi, kartu SIM dari ponsel tersebut justru tidak berada di dalam perangkat.

Temuan ini menimbulkan tanda tanya baru dalam proses penyelidikan. Polisi menduga hilangnya kartu SIM bisa berkaitan dengan upaya menghilangkan jejak komunikasi korban.

“Barang bukti seperti handphone dan dompet berisi uang sudah kami amankan. Terkait kartu SIM, masih kami dalami bersama tim Inafis,” kata Gigih.

Polisi kini masih menelusuri rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia, termasuk tujuan kedatangannya ke Bandar Lampung. Dari keterangan keluarga, korban sempat berkomunikasi terakhir melalui grup WhatsApp keluarga.

“Kedatangan korban ke Bandar Lampung untuk kepentingan apa masih kami selidiki. Ada beberapa hal yang harus kami telusuri untuk membuka rangkaian peristiwa ini,” tambahnya.

Hingga saat ini, Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Kedaton dan dibantu Polda Lampung masih melakukan penyelidikan intensif, mulai dari pemeriksaan saksi, pendalaman rekaman CCTV tambahan, hingga menunggu hasil autopsi forensik.

Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban dan memastikan seluruh kemungkinan, termasuk adanya unsur tindak pidana, masih dalam proses pendalaman. (*)