Forum DAS Lampung Targetkan Rehabilitasi 300 Ribu Hektare Lahan Kritis dalam 5 Tahun
Ketua Forum DAS Lampung, Prof. Slamet Budi Yuwono bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat dimintai keterangan, Rabu (11/2/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Provinsi Lampung tercatat memiliki lima daerah aliran sungai (DAS) besar yakni Tulang Bawang, Mesuji, Sekampung, Seputih, dan Semaka.
Dari kelima DAS tersebut, DAS Sekampung memegang peran strategis sebagai sumber air irigasi penopang sektor pertanian Lampung yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Namun, kondisi sebagian besar DAS di Lampung saat ini mulai mengalami degradasi. Data Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) mencatat luas lahan kritis di Lampung mencapai kurang lebih 300.000 hektare.
Sementara itu, kemampuan rehabilitasi yang dilakukan pemerintah pusat baru sekitar 1.000 hektare per tahun.
Ketua Forum DAS Lampung, Prof. Slamet Budi Yuwono, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan di daerah.
"Sebagian besar DAS kita sudah mulai terdegradasi, sehingga kita harus bisa menyelamatkan itu supaya ke depan DAS bisa berkelanjutan dan menghasilkan air yang berkelanjutan. Dengan begitu produksi pangan di Provinsi Lampung juga akan terjaga," ujarnya saat dimintai keterangan, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan DAS Sekampung sangat vital karena menjadi sumber air irigasi utama bagi lahan pertanian di LaLampung. Jika kerusakan terus terjadi, maka akan berdampak langsung terhadap ketahanan pangan daerah.
Sebagai langkah konkret, Forum DAS Lampung mendorong gerakan rehabilitasi dan pelestarian secara masif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Program ini akan dijalankan dalam jangka waktu empat hingga lima tahun ke depan dengan target rehabilitasi seluruh lahan kritis seluas 300.000 hektare.
"Rencana aksinya adalah kita akan menanam bersama, seluruh masyarakat dan stakeholder, mulai dari anak sekolah, masyarakat umum, pengusaha, dan lainnya untuk bersama-sama melestarikan dan menanam. Insyaallah dalam 4 - 5 tahun ke depan 300.000 hektare itu bisa ditanami," jelasnya.
Menurutnya, gerakan kolektif ini tidak hanya bertujuan memulihkan fungsi ekologis DAS, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menjaga keberlanjutan produksi pangan di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam upaya penyelamatan DAS.
"Tadi kami rapat dengan Forum DAS, termasuk BPDAS, NGO, Walhi. Kami membicarakan program konservasi, rehabilitasi, dan penyelamatan daerah aliran sungai di Provinsi Lampung," kata Gubernur.
Ia menekankan bahwa penyelamatan DAS menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan Lampung berjalan secara berkelanjutan.
"Karena kita sadar, ke depan kita harus selamatkan daerah aliran sungai kita agar pembangunan Provinsi Lampung bisa berkelanjutan," tegasnya.
Melalui sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, Pemprov Lampung optimistis upaya rehabilitasi lahan kritis dapat dipercepat dan fungsi lima DAS besar di Lampung dapat kembali optimal sebagai penopang ekologi dan ekonomi daerah. (*)
Berita Lainnya
-
55 Tahun Toyota Ada untuk Indonesia: Toyota Luncurkan Berbagai Lini Hybrid EV Terbaru yang Semakin Terjangkau di IIMS 2026
Rabu, 11 Februari 2026 -
Jam Kerja ASN Bandar Lampung Dipangkas Selama Ramadan, Pulang Pukul 15.00 WIB
Rabu, 11 Februari 2026 -
Pemprov Lampung Kebut 62 Paket Jalan, DPRD Tekankan Spesifikasi dan Kualitas Harus Dijaga
Rabu, 11 Februari 2026 -
Jadi Penyebab Macet, Polisi Tertibkan Parkir Liar di Depan Chandra Tanjungkarang
Rabu, 11 Februari 2026









