Petani 71 Tahun Itu Pergi Dalam Sunyi
Petani 71 Tahun Itu Pergi Dalam Sunyi. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Tanggamus - Senja telah lama turun di Dusun Kalibening Tengah, Pekon Kalibening, Kecamatan Talangpadang, Kabupaten Tanggamus. Namun, lampu di sebuah rumah sederhana milik B (71), tak juga padam seperti biasanya.
Malam itu, Selasa (10/2/2026), kegelisahan keluarga berujung pada kabar duka: petani sepuh itu ditemukan meninggal dunia seorang diri di dalam rumahnya.
B, warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai petani, dikenal hidup bersahaja. Meski memiliki rumah sendiri, ia lebih sering berada di rumah anaknya yang masih satu dusun untuk makan dan beristirahat.
Rumah tempat ia ditemukan biasanya hanya ia datangi untuk menyalakan dan mematikan lampu serta memastikan kondisi bangunan tetap terawat.
Menurut keterangan keluarga, sejak pagi hari korban berpamitan. Namun hingga malam tiba, ia tak kunjung kembali. Rasa khawatir mendorong keluarga meminta bantuan warga untuk memeriksa rumah miliknya.
Sekitar pukul 20.30 WIB, laporan penemuan jenazah diterima Polsek Talang Padang.
Kapolsek Talangpadang, Iptu Alfiyan Ali Almasruri, S.Tr.K., M.H., mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan, pihaknya segera mendatangi lokasi bersama tim Inafis Polres Tanggamus.
"Petugas melakukan pengamanan lokasi serta pemeriksaan awal bersama tim Inafis dan tenaga medis untuk memastikan kondisi korban,” kata Alfiyan, Rabu (11/2/2026).
Pemeriksaan medis awal dilakukan oleh Bidan Yudiana, S.Keb., dari Puskesmas Talang Padang. Hasilnya, korban dinyatakan telah meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuhnya.
Secara medis, korban diperkirakan meninggal sekitar satu jam sebelum ditemukan.
Di rumah yang sunyi itu, polisi mengamankan sejumlah barang untuk kepentingan penyelidikan serta memintai keterangan beberapa saksi.
Jenazah kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan dan direncanakan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab pasti kematian.
Bagi warga Kalibening, kepergian B meninggalkan kesedihan tersendiri. Ia dikenal sebagai sosok tua yang masih bertahan menggarap lahan di usia senja. Tak ada riuh, tak ada tanda mencolok, hanya sebuah rumah yang malam itu menjadi saksi akhir hidup seorang petani. (*)
Berita Lainnya
-
Minibus Terjun ke Sungai di Tanggamus, DPRD Lampung Dorong Evaluasi Jembatan Rawan
Selasa, 10 Februari 2026 -
Gasak 11 Tabung LPG, Tiga Pemuda di Kelumbayan Barat Tanggamus Diciduk Polisi
Senin, 09 Februari 2026 -
Buruh Harian di Sumberejo Tanggamus Tewas Tertimpa Pohon
Kamis, 05 Februari 2026 -
[TIDAK UNTUK DITIRU] Ayah di Tanggamus Diduga Cabuli Anak Kandung
Jumat, 30 Januari 2026









