• Rabu, 11 Februari 2026

Polemik MBG di SDN 2 Sukarame, Pengelola Dapur Klaim Anggaran Rp500 Juta Hanya Cukup Layani 3.000 Penerima

Rabu, 11 Februari 2026 - 14.16 WIB
44

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1, Qalbina Rifka bersama Koordinator Kecamatan (Korcam) Sukarame, Makruf saat diwawancarai awak media. Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Sukarame, Kota Bandar Lampung, mendadak terhenti sejak Januari hingga Februari 2026. Padahal, sekolah ini tercatat sebagai salah satu sekolah dasar negeri pertama yang menerima program unggulan pemerintah tersebut.

Terhentinya MBG memunculkan tanda tanya di kalangan orang tua dan pihak sekolah. Namun, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1, Qalbina Rifka, menegaskan bahwa penghentian tersebut bukan disebabkan persoalan anggaran yang disalahgunakan, melainkan akibat kebijakan teknis baru dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Anggaran maksimal Rp500 juta per dapur itu hanya cukup untuk melayani maksimal 3.000 penerima manfaat. Sekarang aturannya memang dibatasi, tidak boleh lebih dari itu,” ujar Qalbina, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya SPPG Sukarame 1 sempat melayani hingga 3.400 penerima manfaat, termasuk SDN 2 Sukarame. Namun, aturan terbaru dalam petunjuk teknis (juknis) MBG menetapkan batas maksimal 3.000 penerima manfaat per dapur, dengan guru juga kini masuk dalam kategori penerima.

“Sekarang fokusnya kualitas, bukan kuantitas. Karena itu SDN 2 Sukarame dialihkan ke dapur lain yang sedang disiapkan dan sudah MoU,” jelasnya.

Sementara untuk anggaran Rp500 juta yang kerap dipertanyakan. Menurutnya, dana tersebut hanya cukup untuk dua mingguan.

"Sistem pencairannya sekarang per tahun bukan per 2 minggu. Kalau dihitung-hitung dengan dana Rp500 juta itu cukupnya hanya untuk 3.000 penerima manfaat,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) Sukarame, Makruf. Ia menyebut pembatasan jumlah penerima manfaat merupakan kebijakan pusat demi menjaga standar kualitas makanan dan operasional dapur.

“Setiap dapur tidak boleh lebih dari 3.000 penerima manfaat. Di Sukarame bahkan dibagi, 2.500 untuk peserta didik dan 500 untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita,” kata Makruf.

Saat ini, jumlah penerima MBG di Kecamatan Sukarame hampir mencapai 20.000 orang. Dari total tersebut, baru 10 dapur yang beroperasi, sementara dua dapur tambahan masih dalam tahap persiapan.

“Bukan tidak kebagian MBG, tapi ada peralihan dan sinkronisasi data. Kita kejar dapur-dapur baru supaya semua sekolah bisa kembali terlayani,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala SDN 2 Sukarame, Erdi Hadyastuty, mengungkapkan bahwa sekolahnya pertama kali menerima MBG pada 14 April 2025 dengan dapur penyedia SPPG Sukarame 1 atau Dapur Ombai. Namun sejak awal 2026 belum menerima MBG.

“Jumlah siswa kami 480 orang, ditambah 31 tenaga pendidik dan petugas. Selama MBG berjalan, manfaatnya sangat terasa,” kata Erdi. (*)