Polemik MBG di SDN 2 Sukarame, Pengelola Dapur Klaim Anggaran Rp500 Juta Hanya Cukup Layani 3.000 Penerima
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1, Qalbina Rifka bersama Koordinator Kecamatan (Korcam) Sukarame, Makruf saat diwawancarai awak media. Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Sukarame, Kota
Bandar Lampung, mendadak terhenti sejak Januari hingga Februari 2026. Padahal,
sekolah ini tercatat sebagai salah satu sekolah dasar negeri pertama yang
menerima program unggulan pemerintah tersebut.
Terhentinya MBG
memunculkan tanda tanya di kalangan orang tua dan pihak sekolah. Namun, Kepala
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1, Qalbina Rifka, menegaskan
bahwa penghentian tersebut bukan disebabkan persoalan anggaran yang
disalahgunakan, melainkan akibat kebijakan teknis baru dari Badan Gizi Nasional
(BGN).
“Anggaran maksimal
Rp500 juta per dapur itu hanya cukup untuk melayani maksimal 3.000 penerima
manfaat. Sekarang aturannya memang dibatasi, tidak boleh lebih dari itu,” ujar
Qalbina, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan,
sebelumnya SPPG Sukarame 1 sempat melayani hingga 3.400 penerima manfaat,
termasuk SDN 2 Sukarame. Namun, aturan terbaru dalam petunjuk teknis (juknis)
MBG menetapkan batas maksimal 3.000 penerima manfaat per dapur, dengan guru
juga kini masuk dalam kategori penerima.
“Sekarang fokusnya
kualitas, bukan kuantitas. Karena itu SDN 2 Sukarame dialihkan ke dapur lain
yang sedang disiapkan dan sudah MoU,” jelasnya.
Sementara untuk
anggaran Rp500 juta yang kerap dipertanyakan. Menurutnya, dana tersebut hanya
cukup untuk dua mingguan.
"Sistem
pencairannya sekarang per tahun bukan per 2 minggu. Kalau dihitung-hitung
dengan dana Rp500 juta itu cukupnya hanya untuk 3.000 penerima manfaat,”
tegasnya.
Sementara itu,
Koordinator Kecamatan (Korcam) Sukarame, Makruf. Ia menyebut pembatasan jumlah
penerima manfaat merupakan kebijakan pusat demi menjaga standar kualitas
makanan dan operasional dapur.
“Setiap dapur tidak
boleh lebih dari 3.000 penerima manfaat. Di Sukarame bahkan dibagi, 2.500 untuk
peserta didik dan 500 untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita,” kata
Makruf.
Saat ini, jumlah
penerima MBG di Kecamatan Sukarame hampir mencapai 20.000 orang. Dari total
tersebut, baru 10 dapur yang beroperasi, sementara dua dapur tambahan masih
dalam tahap persiapan.
“Bukan tidak kebagian
MBG, tapi ada peralihan dan sinkronisasi data. Kita kejar dapur-dapur baru
supaya semua sekolah bisa kembali terlayani,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala SDN
2 Sukarame, Erdi Hadyastuty, mengungkapkan bahwa sekolahnya pertama kali
menerima MBG pada 14 April 2025 dengan dapur penyedia SPPG Sukarame 1 atau
Dapur Ombai. Namun sejak awal 2026 belum menerima MBG.
“Jumlah siswa kami 480
orang, ditambah 31 tenaga pendidik dan petugas. Selama MBG berjalan, manfaatnya
sangat terasa,” kata Erdi. (*)
Berita Lainnya
-
Pemprov Lampung Kebut 62 Paket Jalan, DPRD Tekankan Spesifikasi dan Kualitas Harus Dijaga
Rabu, 11 Februari 2026 -
Jadi Penyebab Macet, Polisi Tertibkan Parkir Liar di Depan Chandra Tanjungkarang
Rabu, 11 Februari 2026 -
Proyek Irigasi Rp37,7 Miliar di Lampung Barat Dikeluhkan, Benny: Tak Otomatis Pidana, Audit Harus Didahulukan
Rabu, 11 Februari 2026 -
Pemprov Lampung Serahkan Kajian Rumah Daswati ke Pemkot Bandar Lampung, Dorong Penetapan sebagai Cagar Budaya
Rabu, 11 Februari 2026









