• Kamis, 12 Februari 2026

Bandara Radin Inten II Masuk Empat Besar Traffic Region III, Angkasa Pura Siap Dorong Rute Internasional Reguler

Kamis, 12 Februari 2026 - 14.08 WIB
34

CEO Regional III PT Angkasa Pura Indonesia, Dwi Ananda Wicaksono, saat memberikan keterangan, Kamis (12/2/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan komitmennya mendukung pengembangan penerbangan internasional Radin Inten II Lampung, menyusul suksesnya penerbangan perdana rute Lampung - Kuala Lumpur.

CEO Regional III PT Angkasa Pura Indonesia, Dwi Ananda Wicaksono, mengatakan Lampung merupakan salah satu bandara andalan di wilayah Region III yang membawahi 11 bandara di Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung.

"Dari sisi traffic, Lampung ini nomor empat terbesar di Region III setelah Pekanbaru, Palembang, dan Padang. Jadi memang Lampung termasuk andalan kami," ujar Dwi saat memberikan keterangan, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, secara geografis Lampung memiliki tantangan tersendiri karena berada di antara dua bandara besar, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta dan Bandara Changi Singapura.

Namun demikian, potensi Lampung dinilai tetap sangat besar. Angkasa Pura Indonesia sendiri memiliki visi menjadi world class airport operator yang menghubungkan pelancong global dengan keramahan khas Indonesia.

"Kami ingin bandara-bandara di bawah Angkasa Pura Indonesia menjadi bandara kelas dunia. Hari ini menjadi permulaan sekaligus ajang uji coba bagi kami dalam memberikan layanan internasional di Lampung," katanya.

Penerbangan Lampung - Kuala Lumpur saat ini masih bersifat charter. Namun, apabila operasional berjalan lancar, dari sisi perizinan dan fasilitas dinyatakan siap, maka Angkasa Pura akan mendorong pengembangan menjadi penerbangan reguler.

"Kalau ini berjalan baik dan demand-nya terbukti, tentu kami akan mendukung dan mempromosikan kepada maskapai lain, baik domestik maupun internasional, bahwa Lampung sudah siap melayani penerbangan internasional secara kapasitas," jelasnya.

Menurut Dwi, konektivitas internasional sangat penting untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dan investasi di Lampung.

"Selain itu, rute langsung juga mempermudah masyarakat Lampung yang berada di luar negeri agar tidak perlu transit melalui Jakarta," katanya.

Ia menambahkan, tren perjalanan internasional di kawasan Asia menunjukkan Malaysia dan China sebagai pasar dengan jumlah pelancong yang tinggi ke Indonesia.

Untuk wilayah Sumatera hingga Lampung, Kuala Lumpur menjadi salah satu tujuan dengan traffic internasional tertinggi.

"Kami membaca potensi itu. Karena itu, layanan internasional di Lampung perlu terus ditingkatkan," ujarnya.

Selain kesiapan fasilitas, Angkasa Pura juga menekankan peningkatan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia. Konsep bandara kini tidak lagi sekadar pintu gerbang, melainkan wajah Indonesia bagi wisatawan.

"Kalau dulu bandara disebut pintu gerbang Indonesia, sekarang kami ingin menjadi wajah Indonesia. Kalau wajahnya bagus, akan dikenang dan membuat orang ingin kembali lagi," katanya.

Dari sisi infrastruktur, ia menilai Bandara Radin Inten II memiliki keunggulan dibanding sejumlah bandara lain di kelasnya di Sumatera.

"Dengan fasilitas yang representatif dan bentuk terminal yang modern, Lampung dinilai memiliki modal kuat untuk dikembangkan lebih jauh sebagai bandara internasional," jelasnya.

Ke depan, Angkasa Pura berharap penerbangan internasional dari dan menuju Lampung tidak hanya berhenti pada rute Kuala Lumpur, tetapi dapat berkembang menjadi penerbangan reguler dan membuka konektivitas baru ke berbagai negara lainnya. (*)