• Kamis, 12 Februari 2026

FKIP Unila Perkuat Daya Saing Global, Empat Prodi Kantongi Akreditasi Internasional

Kamis, 12 Februari 2026 - 14.01 WIB
21

FKIP Unila menggelar puncak Dies Natalis ke-58 di Aula FKIP Unila, Kamis (12/02/2026). Foto: Sandika/Kupastuntas.co

‎‎Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar puncak Dies Natalis ke-58 di Aula FKIP Unila, Kamis (12/02/2026). Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus pertanggungjawaban kinerja satu tahun kepemimpinan Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro.

‎‎“Alhamdulillah, kita dapat menyelenggarakan puncak Dies Natalis ke-58 FKIP Unila. Banyak rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari seminar nasional, berbagai lomba untuk meningkatkan prestasi mahasiswa, hingga karnaval dan muhibah seni yang diikuti sekitar 2.000 peserta,” ujar Albet.

‎‎Ia menjelaskan, Dies Natalis tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum penyampaian Laporan Kinerja Dekan Tahun 2025 sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kepada sivitas akademika.

‎‎Dalam laporan tersebut, FKIP Unila mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang 2025. Salah satu yang paling membanggakan adalah keberhasilan empat program studi bidang sains dan matematika meraih akreditasi internasional ASIIN dengan masa berlaku lima tahun penuh.

‎‎“Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi FKIP Unila. Ini menegaskan bahwa sistem pendidikan, kurikulum, serta tata kelola akademik yang kita terapkan telah diakui di tingkat global,” tegasnya.

‎‎Selain itu, peningkatan signifikan juga terlihat pada capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 terkait daya serap lulusan di dunia kerja. Partisipasi mahasiswa dalam program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) juga menunjukkan tren positif, mencerminkan ekosistem pembelajaran yang semakin adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

‎‎Albet menyampaikan bahwa laporan kinerja ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen evaluasi strategis dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.

‎‎Namun demikian, FKIP Unila juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan. Berdasarkan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT), masih diperlukan upaya peningkatan proporsi lulusan yang berwirausaha maupun melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

‎‎“Persaingan di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 semakin ketat. Karena itu, penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, serta perluasan kerja sama internasional, menjadi prioritas ke depan,” jelasnya.

‎Ke depan, FKIP Unila akan memfokuskan pengembangan pada percepatan jabatan fungsional Guru Besar, peningkatan kualitas riset dan publikasi internasional bereputasi, serta transformasi pembelajaran berbasis teknologi digital yang kolaboratif dan partisipatif.

‎‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa atas dedikasi dan kontribusi selama 2025. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Rektor Unila dan jajaran pimpinan universitas atas dukungan berkelanjutan.

‎‎“Semoga capaian tahun 2025 menjadi landasan yang kokoh untuk melangkah lebih jauh dalam mewujudkan FKIP Unila yang unggul, berkarakter, dan menjadi rujukan inovasi pendidikan di tingkat internasional,” pungkasnya. (*)