• Kamis, 12 Februari 2026

FKMPB Soroti Akses Sekolah dan Infrastruktur di Panjang Bandar Lampung

Kamis, 12 Februari 2026 - 16.10 WIB
36

Ketua FKMPB, Sutomo, Usai dilantik di Aula Kantor Kelurahan Panjang Selatan, Kamis (12/2/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Forum Komunikasi Masyarakat Panjang Bersatu (FKMPB) periode 2026–2031 tak ingin sekadar jadi organisasi papan nama. Usai dilantik di Aula Kantor Kelurahan Panjang Selatan, Bandar Lampung, Kamis (12/2/2026), pengurus langsung menegaskan komitmen mengawal isu pendidikan, pemberdayaan pemuda, hingga infrastruktur di wilayah pesisir tersebut.

Ketua FKMPB, Sutomo, secara terbuka mengingatkan pengurus agar tidak pasif setelah pelantikan. Ia bahkan menyebut ada 'dosa besar' jika forum hanya aktif saat seremoni.

"Kalau setelah pelantikan ini kita tidur, kita punya dosa besar terhadap para donatur. Ada 11 perusahaan di Panjang yang sudah berkontribusi mendukung kegiatan ini,” tegasnya.

Dukungan belasan perusahaan itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa dunia usaha menaruh harapan pada forum tersebut untuk ikut menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan wilayah Panjang, yang dikenal sebagai kawasan pelabuhan dan industri.

Sutomo menekankan, kekuatan FKMPB bukan terletak pada figur ketua, melainkan pada kerja kolektif seluruh pengurus. Ia menyebut organisasi hanya akan hidup jika sistem berjalan dan setiap unsur bergerak aktif.

Lebih jauh, FKMPB menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Salah satu fokus yang disoroti adalah pemerataan akses pendidikan.

"Forum mendorong adanya sistem penerimaan sekolah yang lebih berkeadilan serta mengusulkan pembangunan SMK di Panjang agar anak-anak setempat tidak kesulitan melanjutkan pendidikan, " ungkapnya.

Selain pendidikan, persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian. Sutomo menyinggung kebutuhan penerangan jalan di median jalan dari Ketapang Kuala hingga Pelabuhan Panjang yang dinilai penting untuk keselamatan dan kenyamanan warga.

Ketua Dewan Pendiri FKMPB, Drs. H. Gaganden, mengingatkan bahwa forum yang berdiri sejak 2004 itu dibentuk sebagai wadah pemersatu masyarakat Panjang.

"Kita ingin tidak ada lagi anak putus sekolah karena ketidakmampuan. Pemuda juga harus diberdayakan, apalagi Panjang ini dekat dengan kawasan industri dan pelabuhan,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran FKMPB bisa menjadi jembatan antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan agar peluang kerja dan pembangunan lebih berpihak pada warga lokal.

Camat Panjang, Hendry Satria Jaya, menilai persatuan menjadi modal utama pembangunan. Tanpa kerukunan, menurutnya, program pemerintah sulit berjalan maksimal.

"Melalui pesan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, pengurus FKMPB diminta menjadi jembatan komunikasi, menjaga kondusivitas wilayah, serta mendorong pemberdayaan sumber daya manusia lokal agar warga Panjang menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi kawasan pelabuhan, " ucap Hendry. (*)