• Kamis, 12 Februari 2026

Isu Penghapusan TKBM Mengemuka, Wamenaker: Manusia Tak Bisa Diganti Robot

Kamis, 12 Februari 2026 - 16.30 WIB
28

Wamenaker RI, Afriansyah Noor saat ditemui, di Ballroom Hotel Santika, Kamis (12/2/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi pelabuhan, Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) RI Afriansyah Noor menegaskan satu hal bahwa tenaga kerja bongkar muat (TKBM) tetap dibutuhkan dan tidak bisa digantikan mesin atau robot.

Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang di Ballroom Hotel Santika, Kamis (12/2/2026).

"Buruh adalah ujung tombak penggunaan semua sistem di pelabuhan. Manusia tidak bisa diganti dengan mesin atau robot. Karena itu saya harap profesionalisme dan kompetensi anggota terus ditingkatkan,” tegas Afriansyah.

Ia bahkan mengungkapkan, sebelumnya sempat ada dorongan dari sejumlah pihak untuk menghapus peran TKBM di pelabuhan.

"Tapi kebijakan tersebut tidak realistis karena operasional pelabuhan tetap membutuhkan peran manusia, " ucapnya.

Tak hanya bertahan, Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang justru disebut sebagai role model nasional. Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi RI, Hendra Saragi, menyebut koperasi ini bisa menjadi contoh bagaimana koperasi pelabuhan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

"Saat ini ada 131 ribu koperasi di Indonesia, dan 122 koperasi primer berada di pelabuhan dengan total anggota sekitar 80 ribu orang. TKBM Panjang sudah bisa menjadi role model dalam mensejahterakan anggotanya,” kata Hendra.

Ia juga menegaskan tidak boleh ada lagi koperasi TKBM lain yang mengambil alih pekerjaan bongkar muat di Pelabuhan Panjang di luar ketentuan yang berlaku, merujuk pada Peraturan Menteri Koperasi Nomor 6 Tahun 2003. Pemerintah daerah pun didorong untuk memiliki visi yang sama dalam mendukung koperasi yang sudah ada.

Di sisi lain, isu dugaan penggelapan dana BPJS yang sebelumnya mencuat juga disinggung dalam forum tersebut. Anggota DPRD Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menegaskan pihaknya akan mengawal laporan yang telah disampaikan ke Polda Lampung hingga tuntas.

"Sejak awal saya mengamati perkembangan TKBM. Dulu dana BPJS kesehatan tidak jelas, sekarang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan anggota mulai diperhatikan. Kami siap mengawal laporan yang sudah masuk ke Polda Lampung,” ujarnya.

Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Agus Sujatma Surnada, memaparkan saat ini jumlah anggota mencapai 1.071 orang. Ia mengklaim berbagai program kesejahteraan telah berjalan signifikan.

"Di sektor perumahan, koperasi telah membangun 774 unit rumah dari target 1.000 unit melalui skema KPR maupun cash tempo, " kata dia.

Selain itu, tersedia kuota 50 anak anggota untuk kuliah gratis di Universitas Malahayati, lengkap dengan dukungan KIP dan PIP.

"Tak hanya itu, koperasi juga membagikan bantuan sembako dan beras setiap bulan kepada anggota. Klinik Pratama untuk anggota dijadwalkan mulai beroperasi setelah Lebaran Idul Fitri tahun ini, serta memberangkatkan sejumlah anggota umroh, " jelasnya.

RAT dengan tema 'Meningkatkan Profesionalisme dan Kompetensi' tersebut dihadiri 40 koordinator KRK serta perwakilan anggota. Laporan pertanggungjawaban keuangan tahun buku 2025 diterima seluruh peserta.

Dengan berbagai capaian tersebut, TKBM Pelabuhan Panjang kini tak hanya berbicara soal bongkar muat barang, tetapi juga tentang transformasi buruh pelabuhan menuju model koperasi yang lebih modern, profesional, dan sejahtera tanpa harus kehilangan peran manusianya di tengah era otomatisasi. (*)