• Sabtu, 14 Februari 2026

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Parosil Pastikan Pembangunan Adil Merata

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13.46 WIB
26

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, dalam acara Pengajian Akbar menyongsong Bulan Suci Ramadhan di kediamannya Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu (14/2/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pengajian Akbar menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah digelar di kediaman Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, di Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu (14/2/2026). Dalam kesempatan itu Ia menyampaikan refleksi satu tahun kepemimpinan periode keduanya, terutama terkait tantangan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

Kegiatan yang dihadiri ribuan warga dari 15 kecamatan tersebut tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum komunikasi langsung pemerintah daerah dengan masyarakat mengenai kondisi riil pembangunan infrastruktur.

Dalam kesempatan itu, Parosil menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara instan, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang mewarnai tahun pertama kepemimpinan periode 2025–2030 bersama Wakil Bupati.

Ia mengakui, kebijakan efisiensi anggaran berdampak langsung pada tertundanya sejumlah proyek infrastruktur strategis, khususnya perbaikan jalan penghubung antar kecamatan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Salah satu ruas yang disorot adalah jalan Sumber Jaya–Kebun Tebu yang hingga kini masih dalam tahap perbaikan sementara dan belum bisa ditangani secara maksimal karena masih menunggu proses tender lanjutan pasca Lebaran.

“Pembangunan itu tidak seperti sim salabim. Semua butuh proses, perencanaan, dan anggaran yang cukup,” ujar Parosil di hadapan ribuan jamaah, menegaskan bahwa keterlambatan bukan disebabkan kelalaian, melainkan keterbatasan fiskal.

Menariknya, Parosil juga menyinggung kondisi jalan di sekitar kediaman pribadinya yang belum sepenuhnya mulus, sebagai bukti bahwa pemerintah daerah tidak memprioritaskan wilayah tertentu hanya karena faktor kedekatan personal.

Menurutnya, prinsip pemerataan menjadi dasar utama dalam menentukan skala prioritas pembangunan, terutama bagi wilayah-wilayah dengan kondisi infrastruktur paling memprihatinkan.

Ia menyebut Kecamatan Suoh sebagai contoh wilayah yang mendapat perhatian khusus setelah Pemkab Lampung Barat mengalokasikan efisiensi anggaran sebesar Rp5,2 miliar dalam pembahasan APBD Perubahan Oktober 2024 untuk menangani kerusakan jalan di wilayah tersebut.

Keputusan itu, kata Parosil, diambil meski dirinya baru kembali dilantik pada Februari 2025, sebagai bentuk keberpihakan pada daerah yang paling membutuhkan, bukan pada wilayah asal kepala daerah.

Selain Suoh, ruas Sekincau–Pekon Waspada menuju Batu Ketulis–Way Ngison juga masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur yang terus diperjuangkan pemerintah daerah.

Parosil menyampaikan bahwa Pemkab Lampung Barat bersama DPRD serta dukungan legislatif di tingkat provinsi dan pusat terus mengupayakan agar ruas Sumber Jaya hingga Pura Mekar Kebun Tebu sampai Mutar Alam Air Hitam dapat segera tertangani.

Ia menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan sinergi kuat antara eksekutif dan legislatif, serta dukungan masyarakat agar setiap kebijakan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Momentum Ramadhan, menurut Parosil, menjadi pengingat bahwa membangun daerah bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga soal kesabaran, keadilan, dan komitmen melayani masyarakat secara merata.

Satu tahun kepemimpinan periode kedua ini, lanjutnya, menjadi fase penguatan arah pembangunan Lampung Barat agar tetap fokus pada pemerataan, meski dihadapkan pada tantangan fiskal yang tidak ringan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan secara bertahap, terukur, dan berkeadilan, dengan memastikan wilayah yang paling membutuhkan tetap menjadi prioritas utama. (*)