Kundapil di Ketapang Lampung Selatan, Sudin Soroti Bahaya Judi Online hingga Curanmor, Warga Keluhkan Maraknya Pencurian
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sudin, didampingi Tenaga Ahli DPR RI Dr. Donald Harris Sihotang saat Kundapil di Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (14/2/2026). Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Anggota Komisi III DPR RI
Fraksi PDI Perjuangan, Sudin, menyerap aspirasi masyarakat saat melaksanakan
Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang,
Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut didampingi Tenaga Ahli DPR RI Dr. Donald
Harris Sihotang, Heri Agus Setiawan, Ahmad Risyad Fadli, serta Kepala Desa
Sumbernadi, Sinde. Kundapil ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil
rakyat dan warga, khususnya dalam membahas persoalan sosial dan keamanan yang
dinilai semakin meresahkan.
Dalam pemaparannya, Sudin menekankan pentingnya penguatan
peran keluarga dan pendidikan karakter sebagai benteng utama menghadapi
berbagai ancaman sosial, mulai dari narkoba, pinjaman online ilegal (pinjol),
perjudian online, hingga pergaulan bebas.
“Kita semua tahu sekarang ini judi online, narkoba, dan
pinjol sangat mudah diakses. Pinjol memang terlihat membantu, tapi bunganya
mencekik dan rawan pencurian data pribadi. Jangan pernah tergoda,” tegas Sudin
di hadapan warga.
Ia juga menyoroti bahaya judi online yang dinilainya semakin
masif dan sulit dikendalikan. Menurut Sudin, dalam praktik perjudian, bandar
hampir tidak pernah mengalami kerugian.
“Kalau bandar judi kalah, kasino pasti tutup. Faktanya tidak.
Orang yang kecanduan judi online ujungnya pasti kalah. Awalnya saja menang,
setelah itu habis. Karena itu, jauhi judi online,” ujarnya.
Dialog interaktif yang dipandu Donald Harris Sihotang membuka
ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Dalam forum
tersebut, banyak warga mengeluhkan maraknya tindak kriminalitas yang terjadi
berulang kali, mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian
hasil kebun, hingga pencurian gamelan milik warga.
Warga menilai, aksi pencurian tersebut tidak hanya terjadi
sekali, tetapi terus berulang dan menyasar berbagai objek, sehingga menimbulkan
rasa tidak aman di lingkungan desa.
Salah seorang warga, Samsuryo, mengungkapkan pengalamannya
menjadi korban pencurian hasil kebun pisang pada tahun lalu dengan kerugian
mencapai jutaan rupiah.
“Saya pulang dari kebun sekitar jam lima sore, tidak lama
kemudian kebun sudah dipanen orang. Sudah saya laporkan ke polisi, bukti ada,
tapi sampai sebulan belum ada perkembangan. Jujur saya kecewa,” ungkapnya.
Ia berharap Sudin bersama Komisi III DPR RI dapat membantu
mendorong aparat penegak hukum agar lebih serius dan responsif dalam menangani
kasus-kasus kriminal yang merugikan warga kecil dan terus berulang.
Menanggapi aspirasi tersebut, Donald Harris Sihotang
mengapresiasi keterbukaan dan keberanian warga dalam menyampaikan persoalan. Ia
menegaskan bahwa masalah keamanan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada
aparat penegak hukum.
“Jumlah warga di Sumbernadi ini ribuan, sementara personel
kepolisian di Kecamatan Ketapang bahkan digabung dengan Polsek Penengahan.
Kalau semua diserahkan ke polisi, jelas tidak cukup,” ujarnya.
Donald mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan sistem
keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bentuk pengamanan berbasis komunitas
yang terbukti efektif di masa lalu.
“Sekarang masih ada siskamling atau tidak? Dulu ini benteng
pertahanan kita. Jangan hanya bergantung pada polisi. Keamanan adalah tanggung
jawab bersama,” tegasnya.
Menutup kegiatan Kundapil, Sudin kembali mengingatkan para
orang tua agar lebih proaktif mengawasi dan membimbing anak-anak di tengah
derasnya pengaruh negatif.
“Kalau keluarga kuat, anak-anak punya pegangan moral. Jangan
sampai mereka terjerumus pergaulan bebas, narkoba, judi online, atau justru
menjadi pelaku maupun korban kejahatan,” pungkasnya.
Kundapil tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang serap
aspirasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara masyarakat, aparat, dan wakil
rakyat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bermartabat di
Kabupaten Lampung Selatan. (*)
Berita Lainnya
-
Pelaku Pembacokan Pasutri di Katibung Lampung Selatan Ditangkap, Polisi Dalami Motif
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Serap Aspirasi Warga Kuala Sekampung, Sudin Tekankan Penguatan Moral dan Waspadai Narkoba
Jumat, 13 Februari 2026 -
Diduga Dibunuh, Polisi Bongkar Makam Kades di Lamsel yang Tewas Tergantung
Jumat, 13 Februari 2026 -
BPKAD Klaim Gaji PPPK Paruh Waktu Lampung Selatan Mulai Dibayar Bertahap
Jumat, 13 Februari 2026









