• Senin, 16 Februari 2026

Kasus Keracunan MBG di Kemiling Bandar Lampung, 5 Pasien Masih Dirawat

Senin, 16 Februari 2026 - 19.47 WIB
46

Petugas sedang mengecek dapur atau SPPG Kemiling Sumber Rejo, Senin (16/2/2026). Foto: Ist

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, masih menjalani perawatan hingga Senin (16/2/2026).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, menyampaikan berdasarkan laporan terbaru dari wilayah kerja Puskesmas Kemiling, total pasien yang sempat dirawat sebanyak enam orang dari total tiga sekolah yang terdampak. 

“Per hari ini Senin (16/2), pasien yang masih dirawat tinggal lima orang,” kata Muhtadi, saat dikonfirmasi. 

Ia merinci, dari SDN 4 Sumberrejo masih terdapat dua orang yang dirawat, masing-masing satu siswa di RS Bhayangkara dan satu siswa di RS Bintang Amin.

Kemudian dari MI Al Munawaroh masih dua orang dirawat di RS Beleza. Sementara guru yang sebelumnya dirawat di RS Graha, orang tua guru di RS BW, serta guru di Klinik Idsa Medika telah diperbolehkan pulang. Satu siswa yang sebelumnya dirawat di RS Bhayangkara juga sudah pulih dan kembali ke rumah.

"Sedangkan dari SMPN 14 Bandar Lampung, satu siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Kemiling, " kata dia. 

Selain itu, terdapat 13 siswa yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Kemiling dan saat ini kondisinya dilaporkan membaik.

Secara keseluruhan, empat orang telah dipulangkan dari rumah sakit, empat sempat dirawat di rumah sakit, satu dirawat di puskesmas, dan 13 orang menjalani rawat jalan. 

"Dari total enam pasien rawat inap sebelumnya, kini tersisa lima orang dan diperkirakan berkurang menjadi empat orang pada sore hari, " katanya. 

Muhtadi mengungkapkan bahwa ratusan siswa dari tiga sekolah itu mengalami gangguan pencernaan massal usai menyantap MBG dengan sumber dapur di SPPG Kemiling Sumber Rejo, pada Rabu (13/2/2026).

Rinciannya, pertama di SDN 4 Sumberrejo terdapat 77 siswa terdampak, sembilan guru dan satu orang tua. Kemudian kedua di SD Al Munawaroh terdapat 64 siswa, 11 guru dan penjaga sekolah, serta satu orang tua guru. Sedangkan yang ketiga di SMPN 14 Bandar Lampung terdapat 43 siswa terdampak.

Mayoritas korban menjalani pemulihan secara mandiri atau rawat jalan, sementara beberapa lainnya mendapatkan perawatan intensif.

“Fokus utama kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang tepat hingga benar-benar pulih. Petugas Puskesmas Kemiling dan Bringin Raya terus memantau perkembangan mereka,” ujarnya.

Dalam proses investigasi, Dinkes menemukan bahwa ketiga sekolah tersebut menerima pasokan makanan dari satu titik pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kemiling.

Meski fasilitas fisik dinilai cukup baik, tempat pengolahan makanan tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Data kami menunjukkan tempat pengolahan tersebut belum mengantongi SLHS karena ada beberapa standar teknis yang masih harus dipenuhi, sehingga rekomendasi izin belum diterbitkan,” jelas Muhtadi.

Saat ini, Dinkes masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air dan sisa makanan guna memastikan sumber penyebab gangguan pencernaan tersebut, apakah berasal dari bahan baku atau proses pengolahannya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes telah menginstruksikan puskesmas setempat untuk melakukan pendampingan berkala terhadap korban rawat jalan, melakukan audit proses pengolahan makanan di SPPG terkait, serta mendorong seluruh penyedia jasa boga melengkapi perizinan kesehatan sebelum beroperasi penuh. (*)