• Rabu, 18 Februari 2026

3.742 Personel Gabungan Dikerahkan, Polda Lampung Kawal Ketat Mudik Lebaran 2026

Rabu, 18 Februari 2026 - 10.36 WIB
14

Kapolda Lampung, Helfi Assegaf bersama Sekda Lampung Marindo, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Gubernur Lampung, pada Selasa (17/2/2026). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Provinsi Lampung dikawal ribuan aparat gabungan. Polda Lampung memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung melalui pelaksanaan Operasi Ketupat yang digelar pada 13–25 Maret 2026.

Kapolda Lampung, Helfi Assegaf mengungkapkan, total 3.742 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal mobilitas jutaan masyarakat selama Ramadan hingga puncak arus balik Lebaran.

"Pengamanan kami fokuskan pada langkah preventif dan preemtif, didukung penegakan hukum serta kegiatan kehumasan, agar masyarakat merasa aman dan terlayani,” ujar Irjen Helfi, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Gubernur Lampung, pada Selasa (17/2/2026).

Dari jumlah tersebut, 1.770 personel berasal dari jajaran kepolisian, sedangkan sisanya merupakan dukungan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Basarnas.

Guna memperkuat pengamanan, kepolisian mendirikan 80 pos di berbagai titik strategis. Terdiri dari 60 pos pengamanan, 20 pos pelayanan, serta satu pos terpadu di Pelabuhan Bakauheni yang berfungsi sebagai pusat kendali operasi.

Tak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, pengamanan juga menyasar 3.832 masjid, 2.066 lokasi salat Id, 209 objek wisata, hingga simpul transportasi seperti bandara dan stasiun kereta api di seluruh Lampung.

Dalam pemetaan kerawanan, Polda Lampung mencatat terdapat 102 titik jalan rusak dan 45 titik rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai pemudik. Selain itu, skenario penguraian kepadatan juga disiapkan menuju Pelabuhan Bakauheni.

Apabila antrean kendaraan mencapai lebih dari empat kilometer atau masuk zona merah, kendaraan akan dialihkan ke delapan rest area tol jalur B maupun sejumlah rumah makan di jalur arteri.

Filterisasi kendaraan dengan sistem stiker di buffer zone serta penerapan delay system juga akan diberlakukan guna mencegah penumpukan di dermaga.

Polda Lampung memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 17–18 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–28 Maret 2026.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami berkomitmen menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban selama periode Ramadan dan Idulfitri,” tegasnya. (*)