Setahun Mirza–Jihan Pimpin Lampung, Ekonomi Tumbuh 5,28 Persen, Akademisi: Swasta dan Rumah Tangga Jadi Motor Utama
Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tepat 20 Februari 2026, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela, genap satu tahun memimpin Provinsi Lampung.
Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan.
Akademisi Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin, menilai pertumbuhan ekonomi Lampung tahun 2025 mencapai 5,28 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,57 persen.
"Dari sisi ekonomi, ada peningkatan pertumbuhan. Tahun 2025 tumbuh 5,28 persen, naik dibanding 2024 yang 4,57 persen,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Namun demikian, Usep menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh belanja pemerintah daerah.
Data menunjukkan bahwa porsi belanja Pemerintah Provinsi Lampung hanya sekitar 1,4 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung. Bahkan jika digabung dengan seluruh belanja pemerintah kabupaten/kota se-Lampung, totalnya hanya sekitar 6,2 persen dari PDRB.
"Artinya pertumbuhan ekonomi Lampung bukan hanya didorong belanja pemerintah, tetapi porsi terbesarnya berasal dari sektor non-pemerintah, yaitu swasta dan rumah tangga,” jelasnya.
Baca juga : Satu Tahun Kepemimpinan Mirza-Jihan, Sekdaprov: Fondasi Pembangunan Lampung Makin Kuat
Meski demikian, ia menilai pemerintah provinsi tetap memiliki peran strategis sebagai regulator melalui kebijakan investasi, perbaikan infrastruktur, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif.
"Kalau mau diklaim sebagai keberhasilan pemerintah provinsi, tentu boleh saja. Karena pemprov tetap berperan sebagai regulator yang membuat perekonomian bergerak,” tambahnya.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Lampung tergolong rendah. Kondisi ini dinilai positif karena menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Inflasi yang terkendali sangat baik untuk ekonomi masyarakat dan UMKM,” kata Usep.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung pada 2025 tercatat sebesar 73,98 atau masuk kategori “tinggi”, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 73,13.
Peningkatan IPM mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan maupun standar hidup layak, yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Secara struktur ekonomi, sektor yang menjadi penggerak pertumbuhan Lampung pada 2025 antara lain.
"Penyediaan akomodasi dan makan minum (tumbuh kuat) serta ekspor barang dan jasa. Sementara sektor yang mengalami perlambatan atau kontraksi adalah pertanian dan perikanan, " jelasnya.
Untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi ke depan, Usep menyarankan sejumlah arah kebijakan strategis, di antaranya: Hilirisasi pertanian dan penguatan agroindustri, perluasan investasi berbasis teknologi.
"Selanjutnya, penguatan UMKM dan akses pembiayaan mikro, koordinasi kebijakan pusat-daerah untuk mendorong ekspor komoditas bernilai tinggi, " katanya.
Menurutnya, tanpa transformasi struktural terutama di sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi Lampung berisiko stagnan.
“Lampung perlu memperkuat nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi dan agroindustri agar tidak hanya mengandalkan komoditas mentah,” tegasnya.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan Mirza–Jihan, tantangan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperbaiki sektor yang masih lemah menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah provinsi. (*)
Berita Lainnya
-
Hari Pertama Puasa, Tiket Kereta Api Rajabasa Sudah Terjual 94 Persen
Kamis, 19 Februari 2026 -
Pengamat Nilai Setahun Mirza–Jihan Mulai Benahi Infrastruktur dan Proyek Mangkrak
Kamis, 19 Februari 2026 -
Pendaftar SNBP 2026 Itera Tembus 11.655 Siswa, Prodi Farmasi Paling Diminati
Kamis, 19 Februari 2026 -
Pemprov Lampung Genjot Penggunaan POC, Targetkan Produktivitas Pertanian Naik 15 Persen
Kamis, 19 Februari 2026









