• Jumat, 20 Februari 2026

Satu Tahun Mirzani–Jihan Pimpin Lampung: Ekonomi dan Investasi Tumbuh, Kemiskinan Turun

Jumat, 20 Februari 2026 - 08.06 WIB
28

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Satu tahun kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela menunjukkan capaian positif di berbagai sektor pembangunan. Pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi meningkat, sementara angka kemiskinan dan pengangguran berhasil ditekan.

Keduanya resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2025–2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025. Tepat pada Jumat (20/2/2026), kepemimpinan Mirzani–Jihan genap memasuki tahun pertama.

Selama satu tahun pemerintahan berjalan, kinerja ekonomi Lampung menunjukkan tren pertumbuhan yang menguat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang 2025 mencapai 5,28 persen atau meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,57 persen.

Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution, menyampaikan capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Sumatera.

Pertumbuhan ekonomi Lampung berada di bawah Kepulauan Riau yang tumbuh 6,94 persen dan Sumatera Selatan sebesar 5,35 persen, sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 4,81 persen.

Selain itu, Lampung juga menempati posisi keempat sebagai penyumbang ekonomi terbesar di Sumatera setelah Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan, dengan kontribusi sebesar 9,98 persen terhadap total perekonomian regional.

Di sektor investasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Lampung (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp15,195 triliun atau 141,2 persen dari target Rp10,760 triliun. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Kepala DPMPTSP Lampung, Samsurijal, mengatakan realisasi investasi tersebut merupakan prestasi signifikan di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang belum sepenuhnya stabil.

“Nilai Rp15,1 triliun ini menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir dan melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Perbaikan kinerja ekonomi juga berdampak pada indikator sosial. BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung pada September 2025 turun sebanyak 26.890 orang dibandingkan Maret 2025, serta berkurang 79.170 orang dibandingkan September 2024. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga membaik dari 0,344 menjadi 0,242.

Pada sektor ketenagakerjaan, jumlah pengangguran di Lampung pada November 2025 tercatat sebanyak 211,70 ribu orang atau berkurang 1,47 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Sementara jumlah penduduk bekerja mencapai 4,89 juta orang, meningkat 45,01 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.

Jumlah penduduk usia kerja di Lampung tercatat 7,21 juta orang, dengan angkatan kerja sebanyak 5,11 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hasil Sakernas November 2025 berada pada angka 4,14 persen atau turun 0,07 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Secara regional Sumatera, angka tersebut menempatkan Lampung pada posisi kelima tingkat pengangguran terendah.

Menanggapi satu tahun kepemimpinan Mirzani–Jihan, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyebut periode awal pemerintahan menjadi fase konsolidasi sekaligus percepatan peletakan fondasi pembangunan daerah.

Menurutnya, arah kepemimpinan keduanya menunjukkan tata kelola pemerintahan yang semakin jelas, dengan fokus pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Komitmen kepemimpinan diterjemahkan melalui langkah konkret, mulai dari penajaman program prioritas, pengendalian inflasi daerah, penguatan sektor pertanian dan UMKM, hingga reformasi birokrasi yang berorientasi pada kinerja,” kata Marindo, Kamis (19/2/2026).

Ia menambahkan, konsolidasi internal birokrasi berjalan efektif melalui peningkatan disiplin aparatur dan percepatan pelayanan publik.

Sinergi pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota serta dukungan Forkopimda juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pembangunan.

Kebijakan ekonomi daerah difokuskan pada hilirisasi komoditas unggulan, penguatan ketahanan pangan, dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.

Sementara pada sektor sosial, pemerintah tetap memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan masyarakat rentan.

“Meski satu tahun bukan waktu yang panjang, fondasi pembangunan Lampung telah diletakkan dengan kuat. Transformasi menuju Lampung yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing saat ini berada di jalur yang tepat,” pungkasnya. (*)

Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Jumat 20 Februari 2026 dengan judul “Satu Tahun Mirzani–Jihan Pimpin Lampung”