• Minggu, 22 Februari 2026

PKBI Sebut Deteksi Massal Jadi Kunci Kendalikan Penyebaran HIV di Lampung

Minggu, 22 Februari 2026 - 16.19 WIB
75

Advokasi Officer Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat untuk wilayah Bandar Lampung, Rachmad Cahya Aji. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 333 kasus baru HIV ditemukan sepanjang Januari hingga Desember 2025. 

Temuan tersebut diperoleh dari hasil skrining terhadap puluhan ribu warga yang masuk dalam kategori Sasaran Pelayanan Minimal (SPM).

Peningkatan jumlah kasus yang terungkap ini sejalan dengan semakin masifnya upaya penjangkauan dan pemeriksaan yang dilakukan pemerintah, termasuk melalui layanan mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau tes HIV keliling.

Advokasi Officer Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat untuk wilayah Bandar Lampung, Rachmad Cahya Aji, menilai langkah yang dilakukan pemerintah daerah sudah cukup baik. 

Menurutnya, Dinkes telah menyediakan fasilitas pemeriksaan HIV secara gratis serta aktif menjangkau masyarakat melalui kerja sama dengan komunitas penggiat HIV.

"Semakin banyak kasus HIV yang terungkap justru semakin baik, karena itu menandakan semakin banyak masyarakat yang berhasil dijangkau dan diperiksa. Dengan begitu, mereka bisa segera mendapatkan penanganan," ujarnya saat dimintai keterangan, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah juga menyediakan pengobatan berupa Antiretroviral (ARV) secara gratis bagi orang dengan HIV (ODHIV). 

Pengobatan ini berfungsi menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga dapat dikendalikan dan secara signifikan menurunkan risiko penularan.

"Dengan terapi ARV yang rutin, virus HIV dalam tubuh bisa ditekan hingga tidak menular ke pasangan. Bahkan pasangan suami istri yang sama-sama terinfeksi tetap memiliki peluang untuk melahirkan anak yang sehat," jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi HIV, selama tidak melakukan perilaku berisiko. Ia menegaskan bahwa HIV tidak mudah menular melalui aktivitas sehari-hari.

"HIV tidak menular melalui penggunaan toilet bersama, makan bersama, memakai sabun yang sama, berpelukan, atau berpegangan tangan. Penularan umumnya terjadi melalui hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta dari ibu ke anak jika tidak menjalani terapi," tegasnya.

Terkait tingginya temuan kasus pada kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), ia menyebut hal tersebut tidak terlepas dari fokus pemeriksaan yang saat ini menyasar kelompok tersebut.

"Tren kasus biasanya mengikuti fokus intervensi. Dulu saat fokus pada pengguna narkoba suntik, kasus banyak ditemukan di kelompok itu. Kemudian saat pemeriksaan diperluas ke ibu hamil, angka pada kelompok tersebut meningkat. Saat ini fokus diarahkan ke LSL, sehingga temuan juga banyak berasal dari kelompok tersebut," paparnya.

Pemerintah bersama komunitas penggiat HIV di Lampung terus memperkuat upaya pencegahan, edukasi, serta perluasan akses tes dan pengobatan guna menekan laju penularan HIV di masyarakat. (*)