Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Pohon Tumbang hingga Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah Lampung
Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Hujan deras yang mengguyur
wilayah Lampung pada, Minggu (22/2/2026) hingga Senin (23/2/2026) dini hari
menyebabkan sejumlah kerusakan akibat banjir dan angin kencang.
Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan
kondisi cuaca saat ini masih berpotensi memicu kejadian serupa, meski secara
tren intensitas hujan ekstrem mulai berkurang di penghujung Februari.
"Semalam situasinya cukup tegang karena hujan deras. Memang
di akhir Februari kemungkinan hujan ekstrem mulai berkurang, tapi anomali cuaca
masih cukup tinggi," ujarnya saat dimintai keterangan.
Ia menjelaskan, kejadian bencana yang dominan terjadi berupa
pohon tumbang, disusul banjir genangan dan kerusakan bangunan akibat angin
kencang.
"Sebagian besar pohon tumbang dan ada banjir kecil, tapi
tidak sampai parah. Hingga akhir bulan, prediksi BMKG masih berpotensi
hujan," tambahnya.
Wahyu merincikan peristiwa pohon tumbang terjadi di Kelurahan
Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, pada 22 Januari
2026 sekitar pukul 20.40 WIB.
Pohon randu berdiameter sekitar 200 cm tumbang akibat hujan
deras dan angin kencang, menimpa tiga ruko milik warga hingga menyebabkan atap
jebol.
Kejadian serupa juga terjadi pada 22 Februari 2026 pukul 21.20
WIB di Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.
"Pohon salam tumbang dan menimpa kabel listrik PLN serta
tembok SD Negeri 3 Bandar Lampung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,
namun tembok sekolah mengalami kerusakan sedang," kata dia.
Selain itu banjir genangan terjadi di Kelurahan Kangkung,
Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung sekitar pukul 21.36 WIB. Hujan deras
menyebabkan air masuk ke rumah warga.
"Satu rumah milik Risky Perdana yang dihuni satu kepala
keluarga dengan tiga jiwa terdampak, tanpa korban jiwa," imbuhnya.
Banjir juga melanda wilayah Pesawaran, tepatnya di Kelurahan
Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, pada 22 Februari 2026 pukul 17.35
hingga 22.00 WIB.
Hujan deras menyebabkan Sungai Way Lok meluap dan merendam
permukiman warga.
Sebanyak 70 rumah terdampak, terdiri dari 50 rumah di Dusun Rawa
Tunggal dengan ketinggian air sekitar 80 cm, serta 20 rumah di Dusun Rawa Subur
dengan ketinggian air sekitar 70 cm.
Selain itu, banjir juga terjadi di Kelurahan Blitarejo,
Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu pada 22 Februari 2026 sekitar pukul
21.00 WIB.
"Hujan lebat menyebabkan drainase meluap, diperparah adanya
galian tanah di area perbukitan sekitar lokasi," tuturnya.
Sebanyak lima rumah terdampak, dengan satu di antaranya dalam
kondisi hampir roboh. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan bangunan menjadi
perhatian. Saat ini air telah surut dan petugas masih melakukan pemantauan.
Kemudian di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Bandar
Lampung, kanopi rumah dilaporkan roboh pada pukul 23.20 WIB akibat hujan
disertai angin kencang.
Sementara itu, angin kencang juga terjadi di Kelurahan Negeri
Agung, Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah pada pukul 20.00 WIB.
"Peristiwa yang diduga angin puting beliung ini merusak
rumah milik Ahmad Sodikin dan Marwa. Tidak ada korban jiwa, dan bantuan
logistik tidak diperlukan," jelasnya.
Kejadian serupa juga dilaporkan di Kelurahan Siraman, Kecamatan
Pekalongan, Lampung Timur, pada 23 Februari 2026 dini hari sekitar pukul 03.30
WIB. Sebanyak 13 rumah warga terdampak akibat angin kencang.
"BPBD bersama sejumlah instansi terkait seperti Damkar,
Satpol PP, Dinas PU, hingga aparat kelurahan telah turun langsung ke lokasi
untuk melakukan penanganan dan pendataan," kata dia.
Hingga saat ini, seluruh kejadian dilaporkan tidak menimbulkan
korban jiwa, baik meninggal, luka, maupun hilang.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca
ekstrem yang masih mungkin terjadi hingga akhir Februari, terutama terhadap risiko
pohon tumbang, banjir, dan angin kencang. (*)
Berita Lainnya
-
Kunjungi BB Pustaka Bogor, Mentan Amran Atensi pada Buku Antiquriat Terbitan Abad 16
Senin, 23 Februari 2026 -
Satu Tahanan Kabur Polres Way Kanan Ditangkap, Tujuh Lainnya Masih Diburu
Senin, 23 Februari 2026 -
Diskon Tarif Kapal Laut Berlaku 12 hingga 31 Maret 2026
Senin, 23 Februari 2026 -
Jelang Aksi Aliansi Lampung Melawan, Polisi Perketat Pengamanan di Kantor DPRD Lampung
Senin, 23 Februari 2026









