• Senin, 23 Februari 2026

Sudah Bayar 1,3 Juta, Keluarga Kecewa Ambulans RS Ahmad Yani Metro Mogok Saat Antar Jenazah

Senin, 23 Februari 2026 - 15.48 WIB
448

Ambulans Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro macet saat antar jenazah ke Lampung Timur. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Perjalanan pengantaran jenazah dari Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro menuju rumah duka di Kabupaten Lampung Timur sempat terhenti setelah ambulans yang digunakan mengalami mogok di tengah jalan, Senin (23/2/2026).

Insiden tersebut terjadi di Jalan Lintas Timur wilayah Kecamatan Labuhanratu saat ambulans bernomor polisi BE 9045 FZ membawa jenazah menuju Desa Wana, Kecamatan Melinting. Kendaraan tiba-tiba berhenti karena mesin mati dan tidak dapat dihidupkan kembali.

Sopir ambulans, Yayan, mengatakan kerusakan terjadi secara mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya. Ia berangkat sekitar pukul 10.00 WIB setelah pasien dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

“Mesinnya tiba-tiba mati, tidak bisa hidup lagi. Saya sudah coba periksa, tapi memang ada masalah di bagian mesin,” ujar Yayan saat dikonfirmasi.

Akibat kejadian tersebut, proses pengantaran jenazah sempat tertunda. Sopir kemudian menghubungi rekan sesama pengemudi ambulans untuk meminta bantuan kendaraan pengganti. Sekitar satu setengah jam kemudian, ambulans lain tiba di lokasi dan perjalanan kembali dilanjutkan.

Keluarga almarhumah Ernawati menyayangkan peristiwa tersebut. Fitria, salah satu anggota keluarga, mengatakan almarhum sebelumnya menjalani perawatan akibat penyakit dalam yang telah mengalami komplikasi sebelum meninggal dunia pada Senin pagi.

Menurutnya, kejadian mogoknya ambulans menambah beban emosional keluarga yang tengah berduka. Terlebih, layanan pengantaran jenazah tersebut dikenakan biaya sebesar Rp1,3 juta.

“Kami kecewa. Ini membawa jenazah, tapi mobilnya malah berhenti di pinggir jalan. Apalagi kami bayar Rp1,3 juta. Seharusnya kendaraan untuk layanan seperti ini benar-benar dicek dan dirawat,” ujarnya.

Sementara itu, pihak manajemen Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro melalui Humas Dwi Andari menyatakan akan berkoordinasi dengan pengelola layanan ambulans untuk memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut.

Namun hingga beberapa jam setelah dikonfirmasi, belum ada keterangan lanjutan mengenai penyebab pasti kerusakan kendaraan maupun langkah evaluasi terhadap pelayanan ambulans yang digunakan.

Peristiwa ini memunculkan sorotan terhadap standar kelayakan operasional kendaraan layanan kesehatan, khususnya ambulans pengangkut jenazah yang seharusnya dalam kondisi prima demi menjamin pelayanan yang layak bagi masyarakat. (*)