• Selasa, 24 Februari 2026

Kakek di Pringsewu Ditemukan Tewas Dalam Sumur

Selasa, 24 Februari 2026 - 09.34 WIB
41

Tampak jasad kakek Uhe ditemukan di dasar sumur. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pringsewu – Uhe kakek berusia 88 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam sumur yang berada di dekat rumahnya di Pekon Totokarto, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (24/2/2026) dini hari.

Jasad Uhe pertama sekali ditemukan Hena (25) yang merupakan cucu Korban. Sebelum ditemukan meninggal dunia, Hena yang selama ini tinggal berdua dengan korban hendak menyiapkan makan sahur. Namun saat itu Ia tidak melihat kakeknya yang biasa tidur di kasur dekat dapur.

Merasa khawatir, Hena kemudian mendatangi rumah ayahnya, Imas Sukmara (56), yang berada persis di sebelah rumah korban. Keduanya lalu berupaya mencari korban di sekitar rumah, namun tidak ditemukan.

Imas kemudian memeriksa area sumur yang berjarak sekitar 15 meter dari rumah. Saat menyorotkan senter ke dalam sumur, ia melihat tubuh korban sudah mengapung. Temuan itu langsung diberitahukan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Polisi bersama warga mengevakuasi jasad korban menggunakan tali tambang. Selanjutnya, jasad dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dari Puskesmas Bandung Baru.

Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra mengatakan, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan luka atau bekas penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal akibat terjatuh ke sumur lalu tenggelam, tidak ada unsur tindak pidana,” kata AKP Juniko.

Sumur tempat korban ditemukan memiliki kedalaman sekitar 12 meter dengan diameter 1,2 meter. Saat dievakuasi, tubuh korban berada sekitar 2,4 meter dari bibir sumur. Kondisi di lokasi saat kejadian dilaporkan sedang gerimis dan minim penerangan.

Keluarga menyebut korban telah lama mengalami gangguan penglihatan. Diduga korban terjatuh tanpa disadari saat berada di sekitar sumur.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jasad korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (*)