Hanifal Sesalkan Dugaan Keracunan MBG di Tulang Bawang, Desak Pengelola SPPG Lebih Teliti
Anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan (Dapil) Tulang Bawang, Hanifal. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas, Bandar Lampung – Anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan (Dapil)
Tulang Bawang, Hanifal, menyesalkan dugaan keracunan makanan dalam program
Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan warga di Kabupaten Tulang
Bawang.
Ia menilai peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi dan
meminta agar pelaksanaan MBG ke depan dilakukan dengan lebih teliti serta
memperketat pengawasan di lapangan.
Ia meminta pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) lebih serius dalam memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima
manfaat.
Hanifal menegaskan, program MBG merupakan program strategis
nasional sehingga pelaksanaannya harus diawasi secara maksimal. Menurutnya,
setiap dapur SPPG telah memiliki ahli gizi yang bertugas memastikan makanan
yang disajikan layak dan memenuhi standar kesehatan.
“Ahli gizi memiliki tanggung jawab memastikan kualitas dan
kelayakan makanan bagi penerima MBG. Seharusnya dapat diketahui sejak awal
apakah makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak,” ujarnya, Rabu
(25/02/2026).
Ia juga menyoroti bahwa peristiwa dugaan keracunan MBG di
Lampung bukan kali pertama terjadi. Karena itu, ia meminta pengawasan
diperketat, baik oleh pihak sekolah maupun pengelola dapur SPPG.
Selain itu, ia mengimbau Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang
agar lebih ketat dalam mengawasi pelaksanaan program MBG di wilayahnya,
sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Apalagi ini terjadi di bulan Ramadan dan makanan dibawa
hingga ke rumah untuk berbuka, sehingga bukan hanya siswa yang terdampak,
tetapi juga guru dan wali murid. Ke depan, kami mengimbau pengelola dapur SPPG
lebih cermat dan berhati-hati dalam proses penyajian makanan,” tegasnya.
Diketahui, sebanyak 31 siswa, guru, anak guru, hingga wali murid
di Kecamatan Menggala diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG berupa
roti, telur, dan buah yang dibawa dari sekolah untuk berbuka puasa, Selasa
(24/2/2026). Para korban mengalami gejala muntah dan buang air besar berulang
kali.
Informasi yang dihimpun, korban kemudian dilarikan ke Klinik
Menggala Medical Centre dan RSUD Menggala untuk mendapatkan perawatan. Hingga
Selasa malam, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD
Menggala.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Ferli Yuledi, telah
meninjau langsung para korban di Klinik Menggala Medical Centre. Ia menyatakan
pemerintah daerah akan mengambil langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak
terulang.
Pihaknya juga akan memberikan peringatan serta melakukan
inspeksi mendadak ke masing-masing dapur SPPG dan mengingatkan agar seluruh
ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dipatuhi secara ketat. (*)
Berita Lainnya
-
Pelaporan SPT Tahunan PPh Paling Lambat 28 Februari 2026, Baru 10.000 ASN Pemprov Lampung Aktivasi Akun Coretax DJP
Rabu, 25 Februari 2026 -
Kepala Dinas Diminta Tancap Gas, Mentan Amran: Cetak Sawah dan Program Strategis Tak Boleh Kendur
Rabu, 25 Februari 2026 -
Menu MBG Ramadhan Banjir Keluhan, Satgas Akui Ada Kekurangan dan Terus Evaluasi
Rabu, 25 Februari 2026 -
MBG Ramadhan di Kotabumi dan Bandar Lampung Tuai Keluhan, Orang Tua Soroti Gizi dan Kelayakan Menu
Rabu, 25 Februari 2026









