• Rabu, 25 Februari 2026

Hanifal Sesalkan Dugaan Keracunan MBG di Tulang Bawang, Desak Pengelola SPPG Lebih Teliti

Rabu, 25 Februari 2026 - 13.09 WIB
33

Anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan (Dapil) Tulang Bawang, Hanifal. Foto: Kupastuntas.co

‎‎Kupastuntas, Bandar Lampung – Anggota  DPRD Lampung dari daerah pemilihan (Dapil) Tulang Bawang, Hanifal, menyesalkan dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan warga di Kabupaten Tulang Bawang.

‎Ia menilai peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi dan meminta agar pelaksanaan MBG ke depan dilakukan dengan lebih teliti serta memperketat pengawasan di lapangan.

‎‎Ia meminta pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih serius dalam memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

‎‎‎‎Hanifal menegaskan, program MBG merupakan program strategis nasional sehingga pelaksanaannya harus diawasi secara maksimal. Menurutnya, setiap dapur SPPG telah memiliki ahli gizi yang bertugas memastikan makanan yang disajikan layak dan memenuhi standar kesehatan.

‎‎“Ahli gizi memiliki tanggung jawab memastikan kualitas dan kelayakan makanan bagi penerima MBG. Seharusnya dapat diketahui sejak awal apakah makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak,” ujarnya, Rabu (25/02/2026).

‎‎Ia juga menyoroti bahwa peristiwa dugaan keracunan MBG di Lampung bukan kali pertama terjadi. Karena itu, ia meminta pengawasan diperketat, baik oleh pihak sekolah maupun pengelola dapur SPPG.

‎‎Selain itu, ia mengimbau Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang agar lebih ketat dalam mengawasi pelaksanaan program MBG di wilayahnya, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

‎‎“Apalagi ini terjadi di bulan Ramadan dan makanan dibawa hingga ke rumah untuk berbuka, sehingga bukan hanya siswa yang terdampak, tetapi juga guru dan wali murid. Ke depan, kami mengimbau pengelola dapur SPPG lebih cermat dan berhati-hati dalam proses penyajian makanan,” tegasnya.

Diketahui, sebanyak 31 siswa, guru, anak guru, hingga wali murid di Kecamatan Menggala diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG berupa roti, telur, dan buah yang dibawa dari sekolah untuk berbuka puasa, Selasa (24/2/2026). Para korban mengalami gejala muntah dan buang air besar berulang kali.

‎‎Informasi yang dihimpun, korban kemudian dilarikan ke Klinik Menggala Medical Centre dan RSUD Menggala untuk mendapatkan perawatan. Hingga Selasa malam, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Menggala.

‎‎Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Ferli Yuledi, telah meninjau langsung para korban di Klinik Menggala Medical Centre. Ia menyatakan pemerintah daerah akan mengambil langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang.

‎‎Pihaknya juga akan memberikan peringatan serta melakukan inspeksi mendadak ke masing-masing dapur SPPG dan mengingatkan agar seluruh ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dipatuhi secara ketat. (*)