Tahu Goreng dan Telur Puyuh Jadi Menu MBG di Metro Barat, Wali Murid Nilai Jauh dari Standar Gizi
Potret menu MBG yang dibagikan ke siswa penerima manfaat berisi Tahu goreng dan telur. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Metro - Polemik Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) di Kota Metro belum juga mereda. Setelah sebelumnya menu MBG di Metro
Timur menuai sorotan karena dinilai menciut, kini keluhan serupa muncul dari
Metro Barat. Program yang digadang-gadang sebagai unggulan pemerintah pusat itu
kembali bikin gaduh, kali ini di SD Alquran Metro Barat.
Seorang wali murid berinisial AA (32), meluapkan kekecewaannya
terhadap menu MBG yang diterima anaknya selama bulan Ramadan. Ia menilai
makanan yang dibagikan jauh dari kata layak, apalagi mencerminkan standar gizi
sebagaimana yang selama ini disosialisasikan.
“Aneh-aneh sekarang. Apa anggaran MBG dari pusat dipangkas atau
jangan-jangan pemilik dapur MBG sudah nggak sabar mau jadi miliarder,” ujarnya
dengan nada kesal, Rabu (25/2/2026).
AA mengaku sebelum Ramadan, ia tidak pernah mempermasalahkan
menu MBG. Menurutnya, makanan yang diterima anaknya masih tergolong wajar dan
cukup memenuhi kebutuhan dasar. Namun sejak memasuki bulan puasa, kualitas menu
disebutnya menurun drastis.
“Bulan Ramadan seharusnya lebih baik, ini malah lebih parah.
Hari Selasa kemarin menunya cuma tiga butir kurma dan roti harga seribu rupiah.
Hari ini dapat dua tahu goreng dan lima butir telur puyuh. Parah,” keluhnya.
Ia pun mencoba menghitung secara sederhana nilai makanan
tersebut. Menurutnya, harga keseluruhan menu bahkan tidak mencapai Rp5.000.
Padahal, publik selama ini memahami anggaran MBG berkisar Rp10.000 hingga
Rp15.000 per porsi.
“Jangan nemen amatlah. Yayasan SPPG itu kan sudah dapat insentif
Rp3.000 per porsi. Dari anggaran itu jangan lagi memangkas dari menu. Saya
tagih di akhirat nanti itu,” ucapnya geram.
Kekecewaan itu bukan sekadar persoalan rasa atau variasi menu.
salah seorang wali murid lainnya berinisial AB (34) menilai ada persoalan
transparansi yang harus dijawab secara terbuka.
“MBG ini bukan gratis. Ini pakai uang pajak kami. Jadi kami
berhak protes. Kalau begini terus, lebih baik hentikan saja program ini,”
tegasnya.
AB mendesak Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Metro segera
melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) di wilayah tersebut. Menurutnya, pengawasan tidak boleh tebang pilih dan
harus menyeluruh, terutama setelah kejadian serupa sebelumnya terjadi di Metro
Timur.
Secara regulasi, menu MBG selama Ramadan memang berbeda dengan
hari biasa. Makanan dirancang dalam bentuk kering atau kemasan agar dapat
dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. Menu yang dianjurkan umumnya berupa
telur rebus, kacang-kacangan, susu kemasan, dan roti dengan kandungan protein
dan kalori yang memadai.
Pedoman tersebut mengacu pada arahan dari Badan Gizi Nasional
agar distribusi tetap aman, higienis, dan memenuhi standar gizi selama puasa.
Namun, keluhan di Metro Barat menunjukkan adanya jarak antara pedoman dan
implementasi. Jika benar nilai menu yang diterima jauh di bawah standar
anggaran, maka persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut tata
kelola dan pengawasan.
Fakta bahwa polemik serupa muncul berturut-turut dari Metro
Timur kini ke Metro Barat, menjadi alarm keras bagi pelaksana program di
daerah. Publik mulai mempertanyakan konsistensi pengawasan dan keseriusan
evaluasi.
Jika tidak segera ditangani secara terbuka dan tegas,
kepercayaan masyarakat bisa semakin terkikis. Program yang semestinya menjadi
solusi peningkatan gizi justru berpotensi menjadi sumber kegaduhan.
Kini masyarakat menunggu langkah konkret apakah Satgas MBG dan
pemangku kebijakan di Kota Metro akan turun langsung melakukan sidak dan audit
menu ataukah polemik ini kembali dianggap sebagai keluhan sporadis semata.
Di bulan Ramadan yang identik dengan kejujuran dan pengendalian
diri, masyarakat berharap pengelolaan anggaran publik juga dijalankan dengan
integritas, bukan sekadar formalitas distribusi. (*)
Berita Lainnya
-
Pengamat Soroti Perombakan Kabinet Metro Bahagia: Enam Bulan Tidak Ada Progres, Evaluasi
Rabu, 25 Februari 2026 -
Heboh Paket MBG Minim di Metro, Satgas Sebut Terjadi Human Error
Rabu, 25 Februari 2026 -
Pengacara Korban Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penggelapan Mobil Oleh Ari Ubenz, Diduga Libatkan Oknum Aparat
Rabu, 25 Februari 2026 -
Menu MBG Dikeluhkan, SPPG Iringmulyo Minta Maaf Lewat Selebaran
Selasa, 24 Februari 2026









