Temuan HIV Meningkat, Dinkes Bandar Lampung Sebut Bukti Keberhasilan Deteksi Dini
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Lonjakan temuan kasus HIV di Kota Bandar Lampung belakangan ini bukan
sinyal wabah baru. Sebaliknya, tingginya angka tersebut justru menjadi bukti
keberhasilan strategi jemput bola yang diterapkan Dinas Kesehatan (Dinkes)
dalam membongkar fenomena “gunung es” HIV yang selama ini tersembunyi.
Kepala Dinas Kesehatan
Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, menegaskan bahwa capaian Standar
Pelayanan Minimal (SPM) untuk penapisan HIV telah melampaui 119 persen dari
target. Artinya, upaya pelacakan dan mitigasi risiko penularan berjalan agresif
dan efektif.
“Jika capaian sudah di
atas 100 persen, artinya mitigasi risiko keberlanjutan penyebaran sudah kita
tangani. Ini bukan darurat, melainkan bukti keseriusan kita memutus mata rantai
penularan menuju target Eliminasi HIV 2030,” tegas Muhtadi, Rabu (25/2/2026).
Diskes kini tidak lagi
menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Petugas turun langsung ke
berbagai lokus dan kelompok berisiko sebagai bagian dari implementasi SPM.
Delapan kelompok
indikator menjadi prioritas screening, yakni: Ibu hamil, Penderita TBC,
Penderita Infeksi Menular Seksual (IMS), kemudian Wanita Pekerja Seksual (WPS),
Lelaki Seks Lelaki (LSL), Waria, Pengguna Narkoba Suntik (Penasun) dan Warga
Binaan Pemasyarakatan.
Dari hasil pelacakan
aktif tersebut, termasuk ditemukan 227 kasus reaktif pada kelompok LSL. Namun
menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bandar
Lampung, dr. Liskha, angka itu mencerminkan kerja lapangan yang masif, bukan
lonjakan penularan baru.
“Semakin cepat
ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan pengobatan. Itu kunci untuk
menekan potensi penularan,” ujarnya.
Khusus ibu hamil, Dinkes
menerapkan program Triple Eliminasi secara gratis, yakni screening HIV,
sifilis, dan hepatitis. Program ini bertujuan mencegah penularan dari ibu ke
bayi sejak masa kehamilan.
"Langkah ini
menjadi bagian penting dalam target eliminasi HIV 2030, terutama dalam mencegah
kasus baru dari transmisi vertikal (ibu ke anak), " katanya.
Tak hanya fokus pada
penemuan kasus, Pemkot juga memperkuat layanan pengobatan. Sebanyak 31
puskesmas di Bandar Lampung kini telah memberikan layanan Perawatan, Dukungan,
dan Pengobatan (PDP).
Diskes juga menjalankan
strategi global Fast Track 95-95-95: yaitu 95 persen ODHIV terdiagnosis, lalu
95 persen mendapatkan terapi ARV, dan 95 persen mencapai supresi virus
“Pasien yang rutin minum
obat sesuai dosis dapat menekan jumlah virus dalam tubuhnya. Jika virus
tersupresi, tidak mudah menular dan harapan hidup tetap panjang serta
produktif,” jelas Muhtadi.
Untuk menjangkau lokus khusus seperti tempat hiburan malam, Diskes menggandeng berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga komunitas Indonesia AIDS Coalition (IAC).
Pemkot juga menjamin penuh kerahasiaan identitas pasien secara by name by address guna mencegah stigma dan diskriminasi.
Diskes pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoaks. HIV tidak menular melalui pelukan, sentuhan, berbagi alat makan, percakapan, maupun penggunaan toilet umum.
“Penularan hanya terjadi melalui kontak darah, hubungan seksual tidak aman, serta dari ibu positif ke anak yang dikandungnya,” tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Karyawan di Bandar Lampung Jadi Korban Curat, Uang Rp 436 Juta Raib
Rabu, 25 Februari 2026 -
Sambut Hari Bahagia Sambil Menunggu Berbuka, Showcase 'Wedding Shine' Hadir di Holiday Inn Lampung Bukit Randu
Rabu, 25 Februari 2026 -
Tak Ada Aset Dikembalikan, Kejati Tegaskan Proses Kasus PT LEB Sesuai Hukum
Rabu, 25 Februari 2026 -
Dishub Bandar Lampung Kembali Kelola PJU, Prioritaskan Wilayah Gelap dan Padat Aktivitas
Rabu, 25 Februari 2026









