• Kamis, 26 Februari 2026

Korlantas Turun ke Bakauheni, Siapkan Pelabuhan Tambahan Antisipasi Lonjakan Pemudik

Kamis, 26 Februari 2026 - 13.44 WIB
28

Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, saat meninjau Pelabuhan Bakauheni, Kamis (26/2/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Korlantas Polri memastikan kesiapan lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Tambahan pelabuhan disiapkan untuk mengurai antrean kendaraan, sementara perbaikan jalan nasional dan tol ditargetkan rampung paling lambat H-10 sebelum Lebaran.

Survei lapangan dipimpin langsung Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, Kamis (26/2/2026). Ia bersama jajaran Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Jasa Raharja, dan ASDP meninjau sejumlah titik strategis di kawasan Pelabuhan Bakauheni sejak pagi hari.

Rombongan mengecek kesiapan Pelabuhan BBJ dan Wika Beton, termasuk akses masuk-keluar kendaraan serta pola rekayasa lalu lintas. Peninjauan juga dilakukan melalui jalur udara untuk memetakan kepadatan lintasan Bakauheni–Merak secara menyeluruh.

Dalam keterangannya, Agus menegaskan survei ini bertujuan memastikan seluruh simpul transportasi siap menghadapi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik. Ia menyebut ada penambahan satu pelabuhan yang akan difungsikan, yakni Pelabuhan PT Sumur Makmur Abadi (SMA). Kehadiran pelabuhan ini diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan dan mengurangi penumpukan di pelabuhan utama.

Selain ASDP sebagai pelabuhan utama, BBJ dan Wika Beton disiapkan sebagai pelabuhan pendukung. Pelabuhan SMA akan difungsikan sebagai opsi kontingensi, terutama untuk kapal RoRo dan Landing Craft Tank (LCT) yang mengangkut kendaraan barang maupun sepeda motor. Skema ini diarahkan untuk memecah konsentrasi kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.

Operasi Ketupat 2026 sendiri dibagi dalam empat fokus pengamanan, yakni jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, serta tempat ibadah dan lokasi wisata. Dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Korlantas menekankan pentingnya pengamanan terintegrasi dari jalur darat hingga laut.

Di sisi infrastruktur, pemerintah memastikan perbaikan jalan nasional dan tol dipercepat. Kepala BPJT Kementerian PUPR menyatakan seluruh ruas ditargetkan dalam kondisi tanpa lubang pada H-10 atau 10 Maret 2026. Di jalan tol juga akan disiapkan buffer zone untuk mendukung penerapan delay system jika terjadi lonjakan kendaraan menuju pelabuhan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan turut memastikan pelabuhan-pelabuhan yang akan dioperasikan telah memenuhi standar pelayanan minimal. Pelabuhan BBJ dinilai siap digunakan, dengan catatan faktor cuaca tetap menjadi variabel yang perlu diantisipasi.

Lintasan Bakauheni–Merak setiap tahun menjadi salah satu titik krusial arus mudik nasional. Dengan tambahan pelabuhan, perbaikan jalan lebih awal, serta koordinasi lintas kementerian, pemerintah berharap kepadatan ekstrem dapat ditekan dan perjalanan pemudik berlangsung lebih aman serta lancar pada Lebaran 2026. (*)