• Kamis, 14 Mei 2026

Pemkot Bandar Lampung Gelar Pasar Murah Serentak di 20 Kecamatan, Anggaran Subsidi Capai Rp400 Juta

Kamis, 26 Februari 2026 - 09.32 WIB
1

Pemkot Bandar Lampung Gelar Pasar Murah Serentak di 20 Kecamatan, Anggaran Subsidi Capai Rp400 Juta. Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Langkah tak biasa diambil Pemerintah Kota Bandar Lampung. Untuk pertama kalinya, pasar murah Ramadan digelar serentak di seluruh kecamatan, Kamis (26/2/2026).

Kebijakan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Pemkot mengklaim langkah tersebut sebagai bentuk intervensi langsung guna menahan gejolak harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, menegaskan pasar murah digelar sebagai strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus stabilitas harga.

"Kegiatan ini kita laksanakan serentak di seluruh kecamatan. Kita bekerja sama dengan Bank Indonesia dan sejumlah ritel. Tujuannya membantu masyarakat menghadapi Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Dalam operasi pasar tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi. Beras disubsidi sekitar Rp15 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp4 ribu, minyak goreng Rp4 ribu, telur Rp5 ribu, serta tepung terigu Rp4 ribu per kemasan. Cabai dan bawang juga tersedia melalui kerja sama dengan Bank Indonesia.

Untuk tahap pertama, masing-masing kecamatan mendapat alokasi 267 sak beras, 250 kilogram gula pasir, 250 pcs minyak goreng, 250 pcs telur ayam, serta 100 pcs tepung terigu.

Pemkot merancang pasar murah ini dalam tiga gelombang: awal Ramadan, pertengahan, dan menjelang Idul Fitri. Polanya sama, hanya titik distribusi yang akan disesuaikan agar lebih mudah dijangkau warga.

Anggaran yang dikucurkan pun tak kecil. Total Rp400 juta digelontorkan untuk menopang subsidi selama tiga tahap pelaksanaan.

Di lapangan, kebijakan ini disambut antusias warga. Veni, warga Gedung Air, mengaku terbantu dengan harga yang jauh lebih murah dari pasaran.

"Minyak satu liter Rp5 ribu kalau pakai QRIS, telur juga Rp25 ribu per kilo. Sangat membantu, apalagi bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya. (*)