Puluhan Siswa hingga Wali Murid Diduga Keracunan MBG, SPPG Menggala Tengah Akui Belum Kantongi SLHS
Sekertaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Ferli Yuledi saat menjenguk siswa keracunan MBG di rumah sakit. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pasca puluhan siswa, guru, hingga wali
murid di Kabupaten Tulang Bawang diduga mengalami keracunan makanan setelah
mengkonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (24/2/2026),
Sekertaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Ferli Yuledi langsung melakukan
peninjauan lapangan.
Dalam peninjauannya ditemukan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Menggala Tengah belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari
Dinas Kesehatan untuk menjamin keamanan pangan.
Hal tersebut juga diakui oleh Kepala SPPG Menggala Tengah, Fajri. “Sejak
dibuka pada bulan Agustus 2025 lalu sampai hari ini kami pihak SPPG Menggala
Tengah belum memiliki SLHS,” ujar dia, Rabu (25/2/2026).
Namun Fajri menegaskan bukan berarti pihaknya tidak mengurus penerbitan
SLHS, melainkan telah diurus ke Dinas Kesehatan sejak dua bulan terakhir.
“Sampai detik ini belum keluar mungkin ada beberapa persyaratan yang belum
terpenuhi, mengingat banyaknya persyaratan untuk mendapatkan SLHS,” ucap Fajri.
Selain tidak memiliki SLHS, ia juga mengaku SPPG Menggala Tengah melakukan
pengawasan makanan secara manual tanpa dilakukan pengecekan secara detail oleh
Ahli Gizi.
Mengingat, peran ahli gizi dalam setiap SPPG sangat krusial dalam
merencanakan menu seimbang, menghitung kebutuhan gizi (AKG) per kelompok usia,
serta mengawasi keamanan pangan dari bahan baku hingga distribusi. Mereka
memastikan makanan aman, bergizi, dan memenuhi standar higienis untuk
meningkatkan status gizi anak-anak dan ibu hamil.
“Dalam melakukan kontrol kualitas pangan, di SPPG Menggala Tengah dilakukan
secara manual, seperti halnya ketika kami menerima telor asin yang diduga
menjadi sumber keracunan. Pihak kami hanya melakukan pengelapan telor agar
terlihat bersih walaupun sebenarnya secara fisik dilihat telah bersih,”
tuturnya.
Fajri menyebut SPPG-nya mengelola MBG sebanyak 3.912 porsi atau penerima manfaat.
Terdiri dari 3.712 untuk anak sekolah dan 200 untuk balita, ibu hamil dan ibu
menyusui.
Sedangkan Korwil SPPG Kabupaten Tulang Bawang, Faisal mengatakan, atas
kejadian keracunan MBG itu, BGN meminta agar dapur SPPG Menggala Tengah ditutup
sementara sampai waktu yang belum dapat ditentukan.
“Tim Pemantau dan Pengawas BGN langsung mengeluarkan surat rekomendasi
pemberhentian sementara SPPG Menggala Tengah sampai waktu yang tidak bisa
ditentukan,” terang Faisal. (*)
Berita Lainnya
-
Pemkot Bandar Lampung Gelar Pasar Murah Serentak di 20 Kecamatan, Anggaran Subsidi Capai Rp400 Juta
Kamis, 26 Februari 2026 -
Asoka Luxury Hotel Gelar Customer Gathering, Pererat Hubungan dengan Pelanggan
Kamis, 26 Februari 2026 -
Green Campus Mendunia! Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung, Perkuat Kolaborasi Global dan Dukung SDGs Lewat IT Academy
Kamis, 26 Februari 2026 -
MBG Sedot Anggaran Pendidikan 223 Triliun, Anggaran Kesehatan 24,7 Triliun dan Pos Ekonomi 19,7 Triliun
Kamis, 26 Februari 2026









