• Kamis, 26 Februari 2026

Puluhan Siswa hingga Wali Murid Diduga Keracunan MBG, SPPG Menggala Tengah Akui Belum Kantongi SLHS

Kamis, 26 Februari 2026 - 09.43 WIB
31

Sekertaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Ferli Yuledi saat menjenguk siswa keracunan MBG di rumah sakit. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pasca puluhan siswa, guru, hingga wali murid di Kabupaten Tulang Bawang diduga mengalami keracunan makanan setelah mengkonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (24/2/2026), Sekertaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Ferli Yuledi langsung melakukan peninjauan lapangan.

Dalam peninjauannya ditemukan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menggala Tengah belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan untuk menjamin keamanan pangan.

Hal tersebut juga diakui oleh Kepala SPPG Menggala Tengah, Fajri. “Sejak dibuka pada bulan Agustus 2025 lalu sampai hari ini kami pihak SPPG Menggala Tengah belum memiliki SLHS,” ujar dia, Rabu (25/2/2026).

Namun Fajri menegaskan bukan berarti pihaknya tidak mengurus penerbitan SLHS, melainkan telah diurus ke Dinas Kesehatan sejak dua bulan terakhir.

“Sampai detik ini belum keluar mungkin ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi, mengingat banyaknya persyaratan untuk mendapatkan SLHS,” ucap Fajri.

Selain tidak memiliki SLHS, ia juga mengaku SPPG Menggala Tengah melakukan pengawasan makanan secara manual tanpa dilakukan pengecekan secara detail oleh Ahli Gizi.

Mengingat, peran ahli gizi dalam setiap SPPG sangat krusial dalam merencanakan menu seimbang, menghitung kebutuhan gizi (AKG) per kelompok usia, serta mengawasi keamanan pangan dari bahan baku hingga distribusi. Mereka memastikan makanan aman, bergizi, dan memenuhi standar higienis untuk meningkatkan status gizi anak-anak dan ibu hamil.

“Dalam melakukan kontrol kualitas pangan, di SPPG Menggala Tengah dilakukan secara manual, seperti halnya ketika kami menerima telor asin yang diduga menjadi sumber keracunan. Pihak kami hanya melakukan pengelapan telor agar terlihat bersih walaupun sebenarnya secara fisik dilihat telah bersih,” tuturnya.

Fajri menyebut SPPG-nya mengelola MBG sebanyak 3.912 porsi atau penerima manfaat. Terdiri dari 3.712 untuk anak sekolah dan 200 untuk balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Sedangkan Korwil SPPG Kabupaten Tulang Bawang, Faisal mengatakan, atas kejadian keracunan MBG itu, BGN meminta agar dapur SPPG Menggala Tengah ditutup sementara sampai waktu yang belum dapat ditentukan.

“Tim Pemantau dan Pengawas BGN langsung mengeluarkan surat rekomendasi pemberhentian sementara SPPG Menggala Tengah sampai waktu yang tidak bisa ditentukan,” terang Faisal. (*)