• Kamis, 26 Februari 2026

Roti Berjamur di MBG Tanggamus Langsung Ditarik, SPPG Talagening Lakukan Evaluasi

Kamis, 26 Februari 2026 - 15.22 WIB
22

Lokasi dapur SPPG Talagening Tanggamus. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Temuan roti berjamur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus langsung direspons cepat oleh SPPG Talagening. Roti yang dilaporkan berjamur ditarik pada hari yang sama dan diganti dengan roti baru.

Asisten lapangan (Aslap) SPPG Talagening, Andri Wijaya, menjelaskan roti tersebut tiba di dapur pada Senin sore (23/2/2026) dalam kondisi baik.

“Pada hari Senin sore roti sampai di dapur, sudah kami cek dan dalam keadaan bagus,” ujar Andri saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).

Andri memaparkan, proses pengemasan dimulai Selasa (24/2/2026) pukul 01.00 WIB dini hari dan selesai sekitar pukul 04.00 WIB. Distribusi ke sekolah dilakukan mulai pukul 07.00 WIB.

BACA JUGA: MBG di Tanggamus Tuai Protes, Orang Tua Temukan Roti Berjamur Dibagikan ke Siswa

Sekitar pukul 09.00 WIB, penanggung jawab (PIC) sekolah menghubungi pihak SPPG dan melaporkan adanya roti yang berjamur. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung melakukan penarikan.

"Setelah mendapat laporan dari PIC sekolah, kami langsung menarik roti yang berjamur tersebut dan menggantinya dengan roti yang baru,” tegasnya.

Andri juga mengungkapkan bahwa roti tersebut dipesan dari salah satu pelaku UMKM di Pringsewu. Atas kejadian ini, pihak UMKM pemasok telah diberikan teguran agar memperbaiki kualitas produk ke depan.

Menurut Andri, saat roti datang ke dapur, kondisinya masih baik dan langsung dipacking untuk persiapan distribusi.

"Karena rotinya tidak menggunakan pengawet, mungkin saat dipacking itu suhu panas sehingga jamur muncul,” jelasnya.

Pihak SPPG Talagening menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sistem penyimpanan dan distribusi, termasuk koordinasi lebih ketat dengan pemasok, guna memastikan kualitas makanan dalam program MBG tetap terjaga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat temuan roti berjamur tersebut. (*)