• Minggu, 01 Maret 2026

Saat Angin Merenggut Rasa Aman di Jalan Pulang

Minggu, 01 Maret 2026 - 13.18 WIB
9

Saat Angin Merenggut Rasa Aman di Jalan Pulang. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Langit siang di ruas Jalan Lintas Barat, Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, awalnya tampak biasa. Kendaraan berlalu-lalang seperti hari-hari sebelumnya.

Namun sekitar pukul 11.30 WIB, Jumat (27/2/2026), hembusan angin kencang tiba-tiba mengubah perjalanan pulang seorang guru menjadi peristiwa yang tak terlupakan.

Dinda Fia Adisti, guru di SDN 1 Simpang Kanan sekaligus warga Pekon Argomulyo, Kecamatan Sumberejo, saat itu tengah berboncengan sepeda motor bersama Hatini (56), seorang PNS asal Pekon Campang, Kecamatan Gisting.

Mereka melaju dari arah Kota Agung menuju Gisting, menembus jalan utama yang diapit pepohonan rindang di sepanjang lintasan.

Di tengah perjalanan, angin berembus semakin kuat. Tanpa tanda peringatan, sebuah ranting pohon berukuran besar setebal paha orang dewasa patah dari tepi jalan dan langsung menghantam keduanya.

Benturan keras membuat perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas biasa berubah menjadi momen penuh kepanikan.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan. Tak lama berselang, aparat kepolisian datang setelah menerima laporan masyarakat.

Kasi Humas Polres Tanggamus, Iptu Primadona Laila, menjelaskan bahwa personel Pamapta 3 yang dipimpin Ipda I Gede Putu Eka W. bersama anggota piket fungsi langsung bergerak menuju lokasi.

"Petugas membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit RS Secanti Gisting dan bersama warga melakukan evakuasi ranting pohon serta pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan,” kata Laila, pada Sabtu (28/2/2026).

Arus kendaraan sempat tersendat, namun kerja sama warga dan polisi membuat situasi kembali terkendali.

Akibat kejadian tersebut, Dinda mengalami luka pada bagian wajah dan kepala sehingga harus dirujuk ke RS Mitra Husada untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara Hatini hanya mengalami luka lecet dan diperbolehkan menjalani rawat jalan setelah mendapat perawatan awal di RS Secanti Gisting.

Menurut Laila, peristiwa itu dipicu angin kencang yang melanda wilayah Kota Agung Timur. Cuaca ekstrem membuat ranting besar di tepi jalan patah secara tiba-tiba.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa ancaman di jalan tak selalu datang dari kendaraan lain, tetapi juga dari alam yang tak bisa diprediksi.

Di balik peristiwa tersebut, terselip kenyataan bahwa para pekerja, termasuk guru yang setiap hari mengabdikan diri untuk pendidikan, tetap harus menghadapi risiko perjalanan. Jalan lintas yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat ternyata juga menyimpan potensi bahaya ketika cuaca memburuk.

"Kami mengingatkan para pengguna jalan agar selalu berhati-hati ketika cuaca kurang bersahabat. Jika melihat pohon berpotensi tumbang atau ranting patah, sebaiknya segera melaporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani,” tandas Laila.

Sebuah imbauan sederhana, namun penting, agar perjalanan pulang siapa pun tetap berakhir dengan selamat. (*)