80.000 Jamaah Umrah Indonesia Terdampak Perang Iran-Amerika Serikat
Ketua Harian Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu), Faried Al Jawi. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pengusaha agen perjalanan haji dan umrah menyebut ada sekitar 80.000 jamaah umrah Indonesia terkena dampak dari konflik di Timur Tengah.
Ketua Harian Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu), Faried Al Jawi mengatakan dampak dari eskalasi di Timur Tengah sudah mulai terlihat, di mana jamaah umrah yang akan berangkat semakin khawatir.
"Kalau bicara dampak, ya sudah berdampak, dan dampaknya itu sudah terasa, kita sudah memikirkan ini. Calon jamaah umrah yang mau berangkat sudah mulai khawatir," kata Faried dilansir CNBC Indonesia, Rabu (4/3/2026).
Saat ini, pihaknya masih mendata dari pihak agen travel umrah terkait jumlah jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya.
"Terkait calon jamaah umrah yang mau berangkat, tapi tertunda, saat ini masih kami data ya, tapi jika secara total, baik yang mau berangkat maupun yang masih di Arab Saudi, itu bisa mencapai hampir sekitar 80.000-an jamaah," lanjut Faried.
Ia menambahkan, dari 80.000-an jemaah umrah, sekitar 58.000-an masih terjebak di Tanah Suci, sehingga sisanya berpotensi menunda keberangkatannya.
"Yang sudah di sana (Tanah Suci) itu sekitar 58.000-an, sisanya akan berangkat ke sana (Tanah Suci)," jelasnya.
Bahkan, sejak Kementerian Haji dan Kementerian Luar Negeri, jamaah umrah yang akan berangkat makin khawatir. Padahal, pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan pengumuman bahwa perjalanan ke dan dari Arab Saudi tidak ditutup dan masih aman.
"Dengan adanya pengumuman dari pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Kementerian Luar Negeri, jamaah malah jadi semakin khawatir mereka untuk berangkat, padahal pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan statement, bahwasannya tidak ada masalah dan semua aman-aman saja," ujarnya.
Menurutnya, ini bisa dibuktikan dari penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi maupun sebaliknya masih normal.
"Toh, pesawat Saudi Arabian Airlines, Garuda Indonesia, dan lain-lain masih terbang kok," ungkapnya.
Terkait proses pengembalian dana (refund) oleh calon jamaah umrah, pihaknya juga masih mendata dari perusahaan maskapai. "Kalau refund dari jamaah umrah, kami masih mendata ya dari maskapai-maskapai," terangnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pemerintah Siapkan 828 Ribu Ton Beras SPHP Mulai Maret, Total Subsidi Rp4,97 Triliun
Kamis, 05 Maret 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Salurkan Zakat Mal ke Panti Asuhan Mardhotillah
Kamis, 05 Maret 2026 -
Webinar Bawaslu Lampung Bahas Tantangan Penegakan Hukum Pilkada
Kamis, 05 Maret 2026 -
Antrean Elpiji 3 Kg Terjadi di Lampung Barat, Dinas ESDM Pastikan Pasokan Masih Aman
Kamis, 05 Maret 2026









