• Kamis, 05 Maret 2026

Antrean Elpiji 3 Kg Terjadi di Lampung Barat, Dinas ESDM Pastikan Pasokan Masih Aman

Kamis, 05 Maret 2026 - 13.59 WIB
11

Kepala Bidang Energi pada Dinas ESDM Provinsi Lampung, Sopian Atiek. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram sempat terjadi di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, sehingga warga harus mengantre panjang untuk mendapatkan gas subsidi dari pemerintah.

Kepala Bidang Energi pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Sopian Atiek, menjelaskan bahwa kondisi antrean tersebut terjadi karena jadwal pengiriman gas ke wilayah Lampung Barat tidak setiap hari.

Menurutnya, distribusi elpiji di daerah tersebut umumnya dilakukan dua kali dalam sepekan karena jarak pengiriman yang cukup jauh.

"Kalau di Lampung Barat itu karena tempatnya jauh, pengiriman ke pangkalan biasanya hanya dua kali dalam seminggu. Jadi ketika mobil pengangkut datang, ibu-ibu langsung mengantre sejak proses bongkar muat," katanya saat dimintai keterangan, Kamis (5/3/2026).

Ia menyebutkan, situasi tersebut masih tergolong normal, terlebih saat ini permintaan masyarakat mulai meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Memang ini menjelang Lebaran, permintaan mulai meningkat. Tapi kalau untuk penyaluran sampai hari ini masih normal sesuai dengan jadwal," ujarnya.

Baca juga : Gas 3 Kg di Balik Bukit Langka Saat Ramadan, Pemkab Lambar Ajukan Penambahan

Sopian juga memastikan bahwa hingga 5 Maret 2026, sebagian besar pangkalan di wilayah tersebut masih memiliki sisa stok elpiji.

"Per tanggal 5 Maret ini masing-masing pangkalan masih ada sisa stok, dan pada tanggal 7 Maret nanti akan ada pengiriman lagi," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap memantau perkembangan di lapangan. Jika terjadi peningkatan kebutuhan yang signifikan, pemerintah daerah akan meminta tambahan pasokan kepada Pertamina.

"Saya sudah minta ke Pertamina, kalau nanti memang diperlukan akan ada penambahan pasokan," katanya.

Ia menambahkan, Pertamina juga telah menyiapkan skema penambahan distribusi menjelang Lebaran. Pada masa H-7 Idulfitri, pasokan elpiji 3 kilogram direncanakan akan ditambah hingga 50 persen dari kuota normal.

Selain itu, penambahan juga akan dilakukan pada beberapa hari libur di bulan Maret, yakni pada 19 dan 21 Maret, dengan tambahan distribusi hingga 100 persen.

Sopian menjelaskan, saat ini konsumsi masyarakat sebenarnya belum mencapai puncaknya karena penggunaan gas masih sebatas untuk kebutuhan memasak harian selama Ramadan.

"Kalau sekarang kan biasanya hanya untuk memasak sahur dan buka puasa. Belum untuk bikin kue atau masak rendang. Biasanya itu beberapa hari menjelang Lebaran," ujarnya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi elpiji subsidi tetap merata dan dapat dinikmati seluruh warga yang berhak.

Sebelumnya berdasarkan pantauan di Pekon Padang Cahya dan Desa Sebarus, Rabu (4/3/2026), puluhan warga sudah berdatangan sejak sore hari sambil membawa tabung kosong. Antrean terlihat mengular hingga puluhan meter di depan pangkalan elpiji.

Mayoritas warga yang mengantre merupakan ibu rumah tangga yang khawatir tidak kebagian gas, mengingat pasokan yang datang terbatas dan biasanya cepat habis. (*)