• Sabtu, 07 Maret 2026

Antisipasi Macet Mudik di Gerbang Sumatera, Polres Lamsel Gelar Simulasi Besar di Jalur Bakauheni

Jumat, 06 Maret 2026 - 17.39 WIB
20

Polres Lampung Selatan menggelar simulasi cara bertindak (CB) pengamanan arus mudik dan arus balik dalam rangka Operasi Ketupat Krakatau 2026, Jumat (6/3/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Menghadapi potensi lonjakan kendaraan pada arus mudik Lebaran 2026, Polres Lampung Selatan menggelar simulasi cara bertindak (CB) pengamanan arus mudik dan arus balik dalam rangka Operasi Ketupat Krakatau 2026, Jumat (6/3/2026) pukul 14.00 WIB.

Simulasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Selatan, Toni Kasmiri, dan diikuti oleh seluruh personel yang akan terlibat dalam pengamanan jalur mudik, khususnya menuju Pelabuhan Bakauheni yang menjadi pintu utama pergerakan pemudik dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.

Dalam kegiatan tersebut, polisi mempraktikkan berbagai skenario penanganan apabila terjadi lonjakan kendaraan maupun penumpang kapal penyeberangan. Simulasi dilakukan di sejumlah titik strategis yang selama ini dikenal rawan kepadatan saat musim mudik.

Titik-titik tersebut meliputi Pos Pelayanan Pelabuhan Bakauheni, Pos Pengamanan BBJ Bakauheni, Pos Pengamanan Gayam Penengahan, serta beberapa rest area di ruas tol seperti Rest Area KM 20 B, Rest Area KM 33 B, dan Rest Area KM 49 B.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menjelaskan, simulasi ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh personel terkait langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kepadatan arus kendaraan menuju pelabuhan.

Menurutnya, koordinasi antarpos pengamanan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas, terutama ketika volume kendaraan meningkat tajam.

“Simulasi ini penting untuk menyamakan persepsi seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026. Dengan latihan ini, setiap anggota memahami tugas dan cara bertindak apabila terjadi lonjakan kendaraan maupun penumpang,” ujar Toni.

Ia menegaskan, wilayah Lampung Selatan memiliki peran strategis dalam jalur mudik nasional karena menjadi penghubung utama antara Sumatera dan Jawa melalui jalur penyeberangan Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

Karena itu, kesiapan personel, pola pengamanan, serta pemahaman wilayah menjadi faktor penting agar pengendalian arus kendaraan dapat dilakukan secara cepat dan tepat ketika terjadi peningkatan volume kendaraan.

Dalam pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini, Polres Lampung Selatan juga menerapkan sistem kategori situasi lalu lintas berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan, yakni pola hijau, kuning, dan merah.

Pada kondisi hijau, arus kendaraan masih berjalan normal dengan lalu lintas yang relatif lancar.

Sementara pada kondisi kuning, ketika volume kendaraan mulai meningkat, petugas akan melakukan penguraian arus serta mengarahkan sebagian kendaraan menuju rest area atau kantong parkir sementara guna mengurangi kepadatan menuju pelabuhan.

Adapun pada kondisi merah, ketika antrean kendaraan sudah memanjang hingga ruas tol maupun jalur arteri menuju pelabuhan, petugas akan menerapkan pengendalian lebih ketat, termasuk sistem penundaan kendaraan di sejumlah buffer zone seperti rest area sebelum kendaraan diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan.

Kapolres menambahkan, simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi awal untuk melihat kesiapan personel maupun sarana pendukung dalam pengamanan arus mudik.

“Melalui simulasi ini kita bisa melihat potensi kendala di lapangan sejak dini. Harapannya, saat pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 nanti, seluruh personel sudah siap memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Polres Lampung Selatan menilai latihan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan pengamanan Lebaran, mengingat setiap musim mudik jalur menuju Pelabuhan Bakauheni selalu dipadati kendaraan dari berbagai daerah di Sumatera.

Dengan kesiapan personel, koordinasi lintas pos, serta skenario pengendalian lalu lintas yang telah disiapkan, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman. (*)