• Minggu, 08 Maret 2026

764 Rumah Terdampak Banjir di Lampung Selatan, Bocah 9 Tahun Tewas Terseret Arus

Sabtu, 07 Maret 2026 - 22.10 WIB
14

Petugas saat mengevaluasi korban banjir di Lampung Selatan. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (6/3/2026) menelan korban jiwa. Seorang bocah berusia 9 tahun bernama Diki Cahyana hanyut terseret arus deras dan ditemukan meninggal dunia oleh tim gabungan pada Sabtu (7/3/2026).

‎Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan Posko Tanjung Bintang, peristiwa tersebut terjadi di Kali Asin, Umbul Jati, sekitar pukul 17.50 WIB.

Saat itu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan banjir dan arus air menjadi sangat kuat hingga menyeret korban.

Mendapat laporan dari warga, tim Damkar Posko Tanjung Bintang langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan lengkap menggunakan satu unit kendaraan operasional.

Namun karena kondisi cuaca yang tidak mendukung dan arus yang masih deras, proses pencarian terpaksa dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.

Pada Sabtu pagi, tim gabungan yang terdiri dari Damkar, Basarnas, TNI, Satpol PP, dan Polri kembali melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Sekitar pukul 11.00 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh tim dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah kemudian langsung dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

‎Petugas yang terlibat dalam penanganan kejadian dari Posko Tanjung Bintang antara lain Hendry Hatta selaku Kepala Bidang Pencegahan, bersama M. Syahidin, Reno H., Aditya, Junaidi, dan Anto.

‎Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, Maturidi Ismail, mengatakan hujan deras yang berlangsung cukup lama pada Jumat menyebabkan banjir di beberapa kecamatan.

‎“Akibat hujan deras yang cukup lama pada hari Jumat membuat banjir di beberapa kecamatan. Data sementara terdapat 764 rumah terdampak. Untuk penyaluran bantuan saat ini para camat sedang melakukan proses pendataan,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

‎Di Kecamatan Jati Agung, banjir merendam ratusan rumah di sejumlah desa, di antaranya Desa Jati Mulyo sebanyak 43 rumah, Desa Karang Sari 105 rumah, Desa Way Hui 107 rumah, Desa Fajar Baru 36 rumah, Desa Marga Agung 160 rumah, Desa Gedung Harapan 205 rumah, serta Desa Karang Anyar 36 rumah. Total warga terdampak di kecamatan ini mencapai 692 kepala keluarga.

‎Di Kecamatan Tanjung Sari, jebolnya tanggul BBW menyebabkan air meluap dan membanjiri dua desa, yakni Desa Malang Sari dengan 22 kepala keluarga terdampak dan Desa Kertosari sebanyak 16 kepala keluarga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

‎Sementara itu di Kecamatan Tanjung Bintang, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan satu rumah di Desa Way Galih roboh.

Banjir dari Sungai Lematang juga merusak 33 rumah di Desa Lematang. Selain itu, satu korban jiwa terjadi di Desa Kali Asin akibat terseret arus banjir. Total terdapat 34 rumah rusak di wilayah ini.

‎Banjir juga merendam wilayah Kecamatan Natar, tepatnya di Desa Hajimena, dengan sebanyak 34 kepala keluarga terdampak.

Pemerintah daerah bersama tim terkait saat ini terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga yang terdampak banjir, sekaligus memastikan proses penyaluran bantuan dapat segera dilakukan. (*)