• Senin, 09 Maret 2026

Dampak Banjir Bandar Lampung dan Lampung Selatan, 3 Warga Tewas, 15 Kecamatan Tergenang

Senin, 09 Maret 2026 - 08.14 WIB
50

Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat tiga warga meninggal dunia akibat banjir yang melanda Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (6/3/2026). Banjir tersebut juga menggenangi 15 kecamatan di dua wilayah tersebut.

Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung pada Jumat (6/3/2026) memicu banjir di sejumlah kawasan di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.

Di Kota Bandar Lampung, banjir tercatat menggenangi 44 titik yang tersebar di 11 kecamatan, yakni Sukarame, Way Halim, Tanjung Senang, Labuhan Ratu, Rajabasa, Enggal, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat, Sukabumi, dan Kedamaian.

Sementara di Kabupaten Lampung Selatan, banjir merendam empat kecamatan, yaitu Jati Agung, Tanjung Sari, Natar, dan Tanjung Bintang.

"Ada 44 titik banjir di Kota Bandar Lampung yang tersebar di 11 kecamatan. Beberapa wilayah saat ini sudah mulai surut, sementara sebagian lainnya masih dalam penanganan petugas," kata Wahyu, Minggu (8/3/2026).

Wahyu menjelaskan, dari total tiga korban jiwa, dua di antaranya merupakan anak-anak. Dua korban meninggal dunia masing-masing berasal dari Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.

Korban pertama adalah Dikki Cahyana (9), warga Dusun 04, Desa Kali Asin, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Korban merupakan anak dari pasangan Sadeli dan Sunarni yang berdomisili di Dusun 04, Bumi Terang, Desa Kali Asin.

Korban lainnya adalah Muhammad Satria (10), warga Jalan Kapten Abdul Haq, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Ia merupakan anak dari pasangan Muhammad Roy dan Sayuda.

Sementara satu korban lainnya merupakan orang dewasa yang hingga kini identitasnya masih belum diketahui dan masih dalam proses autopsi.

Wahyu menambahkan, banjir di Kabupaten Lampung Selatan berdampak pada 939 kepala keluarga (KK) di empat kecamatan.

Di Kecamatan Jati Agung, banjir merendam tujuh desa. Desa Gedung Harapan menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 165 KK atau 498 jiwa. Kemudian Desa Marga Agung sebanyak 119 KK atau 358 jiwa, Desa Margo Lestari 34 KK atau 110 jiwa, Desa Karang Sari 107 KK atau 208 jiwa, Desa Way Hui 198 KK atau 594 jiwa, Desa Jati Mulyo 19 KK atau 70 jiwa, serta Desa Fajar Baru 13 KK atau 47 jiwa.

"Secara keseluruhan jumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Jati Agung mencapai 665 KK dengan total 1.885 jiwa. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa di wilayah tersebut," jelasnya.

Sementara itu, di Kecamatan Tanjung Sari, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Galih di dua titik, yakni di Desa Malang Sari dan Desa Kertosari.

"Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 38 KK di Desa Kertosari terdampak banjir," ujarnya.

Di Kecamatan Natar, banjir merendam dua desa, yaitu Desa Hajimena dengan 42 KK terdampak dan Desa Sidosari sebanyak 101 KK. Total warga terdampak di kecamatan ini mencapai 143 KK.

Sedangkan di Kecamatan Tanjung Bintang, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Lematang yang berdampak pada tiga desa, yakni Desa Lematang sebanyak 32 KK, Desa Way Galih 47 KK, dan Desa Sabah Balau sebanyak 14 KK.

"Total warga terdampak di Kecamatan Tanjung Bintang mencapai 93 KK. Selain itu, satu unit kantor UPT Pertanian juga dilaporkan ikut terdampak banjir," kata Wahyu.

Korban Banjir Terima Bantuan

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza telah mengunjungi keluarga korban serta menyerahkan santunan.

Selain itu, Dinas Sosial Provinsi Lampung juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan buffer stok kepada warga yang terdampak banjir.

Menurut Aswarodi, Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah mengajukan santunan dari Gubernur Lampung sebesar Rp10 juta untuk masing-masing ahli waris korban meninggal dunia.

“Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mengusulkan bantuan santunan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia sebesar Rp15 juta bagi masing-masing ahli waris korban,” ungkapnya.

Ia menjelaskan santunan tersebut nantinya akan ditransfer langsung ke rekening ahli waris agar dapat diterima langsung oleh pihak yang berhak.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan bantuan diberikan langsung kepada warga yang rumahnya terdampak banjir.

“Beras dan uang tunai kita berikan malam ini untuk warga yang terdampak,” kata Eva saat meninjau rumah warga di Kecamatan Way Halim, Jumat (6/3/2026) malam.

Bantuan yang disalurkan kepada warga berupa beras sebanyak 10 kilogram dan uang tunai sebesar Rp1 juta.

Eva menambahkan, Pemerintah Kota Bandar Lampung langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan sekaligus melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak banjir. (*)

Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Senin 9 Maret 2026 dengan judul “BPBD: 3 Warga Tewas, 15 Kecamatan Tergenang”