Dampak Banjir Bandar Lampung dan Lampung Selatan, 3 Warga Tewas, 15 Kecamatan Tergenang
Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat tiga warga meninggal dunia akibat
banjir yang melanda Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan pada
Jumat (6/3/2026). Banjir tersebut juga menggenangi 15 kecamatan di dua wilayah
tersebut.
Analis
Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan hujan deras yang
mengguyur wilayah Lampung pada Jumat (6/3/2026) memicu banjir di sejumlah
kawasan di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
Di
Kota Bandar Lampung, banjir tercatat menggenangi 44 titik yang tersebar di 11
kecamatan, yakni Sukarame, Way Halim, Tanjung Senang, Labuhan Ratu, Rajabasa,
Enggal, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat,
Sukabumi, dan Kedamaian.
Sementara
di Kabupaten Lampung Selatan, banjir merendam empat kecamatan, yaitu Jati
Agung, Tanjung Sari, Natar, dan Tanjung Bintang.
"Ada
44 titik banjir di Kota Bandar Lampung yang tersebar di 11 kecamatan. Beberapa
wilayah saat ini sudah mulai surut, sementara sebagian lainnya masih dalam
penanganan petugas," kata Wahyu, Minggu (8/3/2026).
Wahyu
menjelaskan, dari total tiga korban jiwa, dua di antaranya merupakan anak-anak.
Dua korban meninggal dunia masing-masing berasal dari Kota Bandar Lampung dan
Kabupaten Lampung Selatan.
Korban
pertama adalah Dikki Cahyana (9), warga Dusun 04, Desa Kali Asin, Kecamatan
Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Korban merupakan anak dari pasangan
Sadeli dan Sunarni yang berdomisili di Dusun 04, Bumi Terang, Desa Kali Asin.
Korban
lainnya adalah Muhammad Satria (10), warga Jalan Kapten Abdul Haq, Kecamatan
Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Ia merupakan anak dari pasangan Muhammad Roy dan
Sayuda.
Sementara
satu korban lainnya merupakan orang dewasa yang hingga kini identitasnya masih
belum diketahui dan masih dalam proses autopsi.
Wahyu
menambahkan, banjir di Kabupaten Lampung Selatan berdampak pada 939 kepala
keluarga (KK) di empat kecamatan.
Di
Kecamatan Jati Agung, banjir merendam tujuh desa. Desa Gedung Harapan menjadi
wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 165 KK atau 498 jiwa.
Kemudian Desa Marga Agung sebanyak 119 KK atau 358 jiwa, Desa Margo Lestari 34
KK atau 110 jiwa, Desa Karang Sari 107 KK atau 208 jiwa, Desa Way Hui 198 KK
atau 594 jiwa, Desa Jati Mulyo 19 KK atau 70 jiwa, serta Desa Fajar Baru 13 KK
atau 47 jiwa.
"Secara
keseluruhan jumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Jati Agung mencapai 665
KK dengan total 1.885 jiwa. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa di
wilayah tersebut," jelasnya.
Sementara
itu, di Kecamatan Tanjung Sari, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Balai
Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Galih di dua titik, yakni di Desa Malang Sari
dan Desa Kertosari.
"Akibat
peristiwa tersebut, sebanyak 38 KK di Desa Kertosari terdampak banjir,"
ujarnya.
Di
Kecamatan Natar, banjir merendam dua desa, yaitu Desa Hajimena dengan 42 KK
terdampak dan Desa Sidosari sebanyak 101 KK. Total warga terdampak di kecamatan
ini mencapai 143 KK.
Sedangkan
di Kecamatan Tanjung Bintang, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Lematang
yang berdampak pada tiga desa, yakni Desa Lematang sebanyak 32 KK, Desa Way
Galih 47 KK, dan Desa Sabah Balau sebanyak 14 KK.
"Total
warga terdampak di Kecamatan Tanjung Bintang mencapai 93 KK. Selain itu, satu
unit kantor UPT Pertanian juga dilaporkan ikut terdampak banjir," kata
Wahyu.
Korban
Banjir Terima Bantuan
Kepala
Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan Wakil Gubernur Lampung
Jihan Nurlela bersama Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza
telah mengunjungi keluarga korban serta menyerahkan santunan.
Selain
itu, Dinas Sosial Provinsi Lampung juga menyalurkan bantuan berupa paket
sembako dan buffer stok kepada warga yang terdampak banjir.
Menurut
Aswarodi, Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah mengajukan santunan dari
Gubernur Lampung sebesar Rp10 juta untuk masing-masing ahli waris korban
meninggal dunia.
“Tidak
hanya itu, pemerintah daerah juga mengusulkan bantuan santunan dari Kementerian
Sosial Republik Indonesia sebesar Rp15 juta bagi masing-masing ahli waris
korban,” ungkapnya.
Ia
menjelaskan santunan tersebut nantinya akan ditransfer langsung ke rekening
ahli waris agar dapat diterima langsung oleh pihak yang berhak.
Sementara
itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menyalurkan bantuan kepada warga
terdampak banjir.
Wali
Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan bantuan diberikan langsung kepada
warga yang rumahnya terdampak banjir.
“Beras
dan uang tunai kita berikan malam ini untuk warga yang terdampak,” kata Eva
saat meninjau rumah warga di Kecamatan Way Halim, Jumat (6/3/2026) malam.
Bantuan
yang disalurkan kepada warga berupa beras sebanyak 10 kilogram dan uang tunai
sebesar Rp1 juta.
Eva
menambahkan, Pemerintah Kota Bandar Lampung langsung bergerak cepat menyalurkan
bantuan sekaligus melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak banjir. (*)
Berita ini telah terbit di SKH Kupas Tuntas edisi Senin 9 Maret
2026 dengan judul “BPBD: 3 Warga Tewas, 15 Kecamatan Tergenang”
Berita Lainnya
-
Rakor Banjir Sempat Memanas, Eva Dwiana Keluhkan Kinerja BBWS Mesuji - Sekampung
Senin, 09 Maret 2026 -
Pemprov Lampung Kejar Penyelesaian Tiga Dokumen Izin Sekolah Rakyat Kota Baru
Senin, 09 Maret 2026 -
Magang Berdampak Mahasiswa Teknik Sipil Teknokrat di Proyek Sekolah Rakyat, Rektor Nasrullah Yusuf Dorong Lahirnya Insinyur Muda Kompeten
Senin, 09 Maret 2026 -
Pesan Persatuan Mentan Amran pada 3.000 Warga KKSS Saat Bukber di Kediamannya
Senin, 09 Maret 2026









