• Senin, 09 Maret 2026

Lampung Jadi Jalur Padat Kendaraan dari Jawa, Polisi Jaga Pasokan BBM Tetap Aman

Senin, 09 Maret 2026 - 15.51 WIB
15

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf. Foto: Yudi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan yang melintas di wilayah Lampung menuju Pulau Sumatera dalam kondisi aman. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya arus kendaraan dari Pulau Jawa yang melintasi provinsi tersebut melalui jalur darat.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, Lampung menjadi salah satu jalur utama bagi kendaraan yang melakukan perjalanan dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Karena itu, pemenuhan kebutuhan BBM di sepanjang jalur perjalanan harus dipastikan tetap tersedia agar tidak menghambat mobilitas masyarakat.

Menurutnya, tingginya volume kendaraan yang melintas di wilayah Lampung berdampak pada meningkatnya konsumsi BBM, terutama di stasiun pengisian bahan bakar yang berada di jalur utama perjalanan.

“Pemenuhan BBM harus dipastikan agar tidak menghambat perjalanan masyarakat. Lampung menjadi salah satu titik rawan antrean pengisian BBM karena kendaraan dari Jawa menuju Sumatera cukup banyak,” kata Irjen Helfi, Senin (9/3/26).

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah disiagakan di berbagai rest area di ruas jalan tol. Keberadaan SPBU ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna jalan yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, bagi rest area yang belum memiliki fasilitas SPBU permanen, pengisian BBM akan didukung oleh layanan mobil tangki atau pengisian BBM mobile yang disediakan oleh PT Pertamina (Persero).

Selain memastikan ketersediaan bahan bakar, pihak kepolisian juga menyiapkan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik, baik di ruas tol maupun jalan nasional, guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan.

Masyarakat yang melakukan perjalanan juga diimbau untuk memperhatikan rambu dan petunjuk arah yang telah disiapkan petugas agar tidak salah memilih jalur perjalanan, baik melalui lintas tengah, lintas barat, maupun lintas timur Sumatera.

“Petugas juga akan melakukan pengawalan pada titik-titik tertentu untuk mendukung rekayasa lalu lintas serta mengarahkan kendaraan agar tidak salah jalur,” ujarnya.

Di sisi lain, pengamanan juga diperkuat di sejumlah rest area jalan tol dengan mendirikan pos terpadu yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama perjalanan.

Rest area tersebut juga akan difungsikan sebagai lokasi penundaan sementara kendaraan apabila terjadi kepadatan di pelabuhan penyeberangan.

Kapolda menjelaskan, dalam kondisi tertentu akan diterapkan sistem penundaan atau delay system untuk mengatur arus kendaraan menuju pelabuhan. Melalui sistem ini, kendaraan yang menunggu di rest area akan diberangkatkan secara bertahap setelah kondisi di pelabuhan kembali normal.

“Kendaraan akan diberangkatkan menuju pelabuhan setiap 15 menit setelah kondisi di pelabuhan kembali normal,” jelasnya.

Selain pengamanan di jalur darat, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya standar keselamatan pada kapal penyeberangan yang beroperasi di pelabuhan.

Operator kapal diminta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan seperti pelampung, sekoci, hingga alat pemadam kebakaran tersedia dan dalam kondisi siap digunakan.

Kapolda juga mengingatkan agar jumlah life jacket yang disediakan melebihi jumlah tiket penumpang, mengingat dalam satu kendaraan roda empat sering terdapat penumpang lebih banyak dari yang tercatat.

“Jumlah pelampung harus disiapkan lebih dari jumlah tiket penumpang untuk mengantisipasi penumpang tambahan di dalam kendaraan,” tegasnya.

Sementara itu, pengaturan operasional di pelabuhan penyeberangan juga telah dipersiapkan dengan memaksimalkan tujuh dermaga yang akan melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan roda dua maupun roda empat. (*)