• Selasa, 10 Maret 2026

Pemprov Lampung Sidak Pangkalan LPG dan SPBU, Stok Energi Dipastikan Aman Jelang Lebaran

Selasa, 10 Maret 2026 - 13.21 WIB
21

Tim monitoring BBM dan LPG Pemprov Lampung saat mengunjungi pangkalan di Way Dadi, Bandar Lampung, Selasa (10/3/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas melakukan monitoring langsung ke sejumlah pangkalan LPG dan fasilitas distribusi energi di Kota Bandar Lampung, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri.

Tim monitoring meninjau sejumlah lokasi, di antaranya Pangkalan PT Cahaya Aliyah di Jalan Dr. Warsito, Kupang Kota, Bandar Lampung, Pangkalan Cahaya Gas di Way Dadi, Agen PSO PT Cahaya Gas Bumi di Jalan Kalpataru, Sukarame, serta SPBU COCO Soekarno Hatta di Jalan Soekarno Hatta, Way Dadi, Sukarame.

Selain itu, tim juga melakukan pengecekan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Arsade Inti Gasindo di Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, August Riko, mengatakan kegiatan monitoring tersebut bertujuan memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap aman serta harga yang beredar sesuai dengan ketentuan pemerintah.

"Hari ini kami dari tim monitoring BBM dan LPG Provinsi Lampung bersama Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas melakukan monitoring untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG di Provinsi Lampung aman menjelang Lebaran," ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok BBM maupun LPG di Lampung dalam kondisi aman dan distribusi berjalan terkendali. Pihaknya juga memastikan harga LPG 3 kilogram yang diterima masyarakat tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp20.000 per tabung.

"Kita juga memastikan bahwa harga-harga yang di masyarakat terjangkau sesuai dengan HET. Stok dalam kondisi aman dan terkendali," katanya.

August Riko juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dinamika pasokan energi secara global.

"Kami menghimbau masyarakat Lampung untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Memang secara global ada dinamika, tetapi hal tersebut akan ditangani oleh pemerintah pusat," jelasnya.

Ia menambahkan, apabila terdapat wilayah yang mengalami kekurangan pasokan, Pertamina akan segera melakukan penambahan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Untuk daerah-daerah yang ditengarai kekurangan akan tetap dipasok oleh Pertamina. Penambahan suplai juga sudah disiapkan sehingga dipastikan ketersediaan stok LPG di Lampung, baik subsidi maupun non-subsidi, aman," tambahnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) IV Gas Lampung M. Suhanda mengatakan pihaknya bersama tim monitoring telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram maupun LPG non-subsidi di Bandar Lampung.

"Kita bersama tim monitoring dari Provinsi Lampung sudah memantau beberapa pangkalan LPG 3 kilo maupun yang non-subsidi. Khususnya di Kota Bandar Lampung, kondisi stok aman dan tersedia," ujarnya.

Ia menegaskan Pertamina terus memastikan distribusi LPG berjalan lancar, terutama menjelang Idulfitri yang biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat.

"Menjelang Lebaran Idul Fitri biasanya kami memberikan penambahan pasokan sekitar 50 persen dari alokasi harian," kata Suhanda.

Selain itu, meskipun memasuki masa libur, distribusi LPG dipastikan tetap berjalan normal. Pada hari libur tanggal 19 dan 21, penyaluran tetap dilakukan seperti biasa sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok.

"Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, peningkatan konsumsi LPG menjelang Lebaran berkisar antara 3 hingga 5 persen," tuturnya.

Namun demikian, peningkatan tersebut telah diantisipasi dengan penambahan suplai dari SPBE hingga ke tingkat pangkalan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (*)