• Selasa, 17 Maret 2026

Kapolda Lampung Sidak Pasar Jelang Lebaran, Ingatkan Penimbun Sembako Akan Ditindak Tegas

Rabu, 11 Maret 2026 - 14.56 WIB
23

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf diwawancara usai melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung. Foto: Yudi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung guna memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok tetap terkendali.

Dari hasil pengecekan di lapangan, Kapolda memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat masih mencukupi dan harga relatif stabil meski permintaan mulai meningkat menjelang Lebaran.

Irjen Helfi mengatakan, beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga, namun masih dalam batas yang wajar.

“Dari hasil pengecekan langsung, kenaikannya masih kecil. Rata-rata sekitar Rp1.000 untuk beberapa komoditas seperti minyak goreng, telur, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Stoknya juga masih aman,” kata Helfi saat diwawancarai, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga yang paling terasa terjadi pada komoditas daging sapi. Meski demikian, kenaikan tersebut masih mengikuti tren pasar yang lazim terjadi menjelang hari raya.

“Harga daging tadi kami lihat naik sekitar Rp5.000 per kilogram. Dari Rp135 ribu menjadi Rp140 ribu, dan ada juga dari Rp130 ribu menjadi Rp135 ribu. Biasanya bagian yang paling banyak dicari seperti paha yang mengalami kenaikan,” jelasnya.

Selain memantau harga, Polda Lampung juga memperketat pengawasan terhadap distribusi bahan pokok. Polisi mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menimbun barang kebutuhan pokok untuk meraup keuntungan saat permintaan meningkat.

Kapolda menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik penimbunan sembako yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran.

“Kami sudah perintahkan seluruh Kapolres untuk memeriksa gudang-gudang penyimpanan bahan pokok. Jika ditemukan ada yang sengaja menimbun untuk memainkan harga, tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Pengawasan tersebut akan terus dilakukan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat guna mengamankan perayaan Idul Fitri.

Menurut Helfi, seluruh jajaran kepolisian di wilayah Lampung telah diminta untuk melakukan pemantauan terhadap pasar, distributor hingga gudang penyimpanan bahan pokok.

“Kita sudah masuk tujuh hari terakhir menjelang Lebaran. Saya sudah instruksikan seluruh Kapolres untuk melakukan pengecekan agar stok tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar,” ujarnya.

Terkait keluhan masyarakat mengenai harga minyak goreng yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Helfi menjelaskan kondisi tersebut umumnya terjadi di tingkat pengecer di pasar.

Menurutnya, harga minyak goreng dari distributor sebenarnya masih berada di bawah batas HET yang telah ditetapkan pemerintah.

“Dari distributor sekitar Rp14.500 per liter, masih di bawah HET Rp15.700. Kalau ada yang menjual Rp17 ribu sampai Rp18 ribu biasanya itu di tingkat reseller karena mereka mengambil margin,” pungkasnya.

Polda Lampung memastikan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok akan terus dilakukan hingga perayaan Idul Fitri agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. (*)