Angkat Isu Keadilan, LBH Dharma Loka Nusantara Gelar Diskusi Tragedi Talangsari
Lembaga Bantuan Hukum Dharma Loka Nusantara akan menggelar diskusi publik bertajuk “Buka Puasa, Buka Fakta: Talangsari dan Problem Keadilan”. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Lembaga Bantuan Hukum Dharma Loka Nusantara akan menggelar diskusi publik yang dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama di Dusun Talangsari, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan bertajuk “Buka Puasa, Buka Fakta: Talangsari dan Problem Keadilan” tersebut digelar sebagai ruang refleksi sekaligus upaya mengingat kembali peristiwa Tragedi Talangsari 1989 yang hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan terkait kebenaran, tanggung jawab negara, serta pemulihan bagi para korban.
Dalam forum tersebut, sejumlah narasumber dijadwalkan hadir untuk berbagi pandangan. Di antaranya Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian HAM RI Munafrizal Manan, Ketua Paguyuban Keluarga Korban Talangsari Lampung Edi Arsadad, sastrawan Yulizar Lubay, serta Direktur LBH Dharma Loka Nusantara Ahmad Hadi Baladi Ummah.
Direktur LBH Dharma Loka Nusantara Ahmad Hadi Baladi Ummah yang akrab disapa Pupung mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar pada momentum Ramadan karena bulan suci tersebut tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mengandung pesan moral untuk menegakkan keadilan.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kejujuran, keberanian, dan keberpihakan pada kebenaran. Karena itu, di bulan suci ini kita tidak hanya berbuka puasa dari lapar dan dahaga, tetapi juga berusaha membuka fakta tentang sejarah yang selama ini tertutup. Talangsari adalah luka kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, mengingat kembali tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi bukan berarti membuka luka lama, melainkan bagian dari tanggung jawab moral agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.
“Keadilan tidak boleh tertunda oleh waktu. Selama para korban belum mendapatkan pemulihan yang layak, selama itu pula tugas masyarakat sipil adalah menjaga ingatan dan terus mengetuk pintu keadilan. Ramadan adalah bulan yang tepat untuk mengingatkan bahwa keadilan merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dan juga nilai keimanan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, LBH Dharma Loka Nusantara berharap Ramadan dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan sekaligus membuka ruang dialog antara korban, masyarakat sipil, dan negara.
Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat mendorong langkah konkret dalam penyelesaian berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu secara adil dan bermartabat.
Kegiatan “Buka Puasa, Buka Fakta” terbuka bagi masyarakat umum, aktivis, mahasiswa, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu keadilan dan hak asasi manusia. (*)
Berita Lainnya
-
Tujuh Menteri Teken SKB Pemanfaatan AI di Pendidikan, Menko PMK: Agar Anak Tidak Dikuasai Dengan Teknologi
Kamis, 12 Maret 2026 -
KPK Terima 5.080 Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Dugaan Korupsi
Kamis, 12 Maret 2026 -
Wahrul Fauzi Soroti Minimnya Ruang Terbuka Hijau, Banjir Bandar Lampung Dinilai Kian Mengkhawatirkan
Kamis, 12 Maret 2026 -
Jalan Tirtayasa Bandar Lampung Rusak Parah, Warga Minta Segera Diperbaiki Jelang Mudik
Kamis, 12 Maret 2026



