• Kamis, 12 Maret 2026

Dinkes Lampung Barat Catat 6 Kasus Suspek Campak di Awal 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 14.58 WIB
48

Ilustrasi

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Kesehatan mencatat adanya enam kasus suspek campak yang terjadi pada Januari 2026. Meski demikian, seluruh pasien dilaporkan telah sembuh setelah mendapatkan penanganan dari fasilitas kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Barat, dr Widyatmoko Kurniawan, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Ruspan Ali SKM, mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam kategori suspek campak yang terdeteksi melalui sistem pemantauan kesehatan di wilayah puskesmas.

Menurut Ruspan Ali, keenam kasus tersebut ditemukan pada bulan Januari 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur. Saat ini kondisi seluruh pasien dilaporkan telah pulih sehingga tidak ada kasus aktif yang masih menjalani perawatan.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Lampung Barat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit menular tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat sistem pelaporan kasus dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Ruspan menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh penanggung jawab surveilans di puskesmas untuk melaporkan setiap temuan kasus campak secara rutin setiap hari kepada Dinas Kesehatan Lampung Barat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya kasus baru sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat guna mencegah penyebaran penyakit.

“Untuk mengantisipasi penyebaran campak, kami menghimbau kepada seluruh petugas surveilans di puskesmas agar melaporkan kasus campak setiap hari kepada Dinas Kesehatan Lampung Barat,” ujar Ruspan Ali.

Ia menambahkan bahwa pemantauan intensif juga dilakukan dengan memperkuat koordinasi antara puskesmas, tenaga kesehatan, serta pemerintah daerah guna memastikan setiap kasus dapat segera ditangani.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung Barat, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 13 kasus suspek campak di wilayah tersebut. Seluruh kasus tersebut juga telah ditangani oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Meskipun jumlah kasus tergolong tidak tinggi, Dinas Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap penyakit yang mudah menular tersebut, terutama pada anak-anak.

Ruspan Ali menegaskan bahwa imunisasi campak menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mencegah penularan penyakit tersebut di masyarakat.

Karena itu, pihaknya mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi campak secara lengkap sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Vaksin campak harus diberikan secara lengkap kepada anak sejak usia sembilan bulan sebagai bentuk perlindungan terhadap penyakit tersebut,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit seperti demam, ruam kemerahan pada kulit, serta keluhan kesehatan lainnya yang mengarah pada campak.

Dinas Kesehatan Lampung Barat juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, khususnya kebersihan ibu dan anak, sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit menular di tengah masyarakat. (*)