• Kamis, 12 Maret 2026

Lampung Kebut Riset Singkong, Targetkan Bibit Unggul dari Cassava Center Unila

Kamis, 12 Maret 2026 - 11.20 WIB
23

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan ekosistem singkong sebagai komoditas strategis daerah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan pusat riset singkong melalui Cassava Center yang bekerjasama dengan Universitas Lampung (Unila).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, setelah harga singkong mulai membaik, pemerintah akan memfokuskan pada peningkatan produktivitas petani.

Menurutnya, upaya tersebut tidak bisa dilakukan tanpa riset yang kuat dan kolaborasi berbagai pihak.

"Kedepan kita akan fokus bagaimana meningkatkan produktivitas. Untuk produktivitas ini tentu harus diawali dengan riset, yang dilakukan bersama antara pemerintah, pihak swasta, dan universitas," kata dia saat dimintai keterangan, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, riset tersebut dilakukan melalui Cassava Center yang telah dibentuk di Unila dengan memanfaatkan lahan riset di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan.

Program riset ini sudah mulai berjalan sejak dua bulan terakhir setelah diresmikan. Cassava Center ini diharapkan menjadi pusat inovasi pengembangan singkong di Lampung, mulai dari teknologi budidaya, pengolahan lahan, hingga pengembangan varietas unggul.

Mirza menegaskan, salah satu fokus utama penelitian adalah mencari bibit singkong unggul yang tidak hanya memiliki produktivitas tinggi, tetapi juga memiliki kadar aci yang tinggi sehingga sesuai dengan kebutuhan industri tapioka.

"Kita akan cari bibit unggul. Selama ini kita belum memiliki bibit yang produktivitasnya tinggi sekaligus kadar acinya tinggi. Ini yang sedang kita riset," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas bibit menjadi kunci agar industri singkong Lampung mampu bersaing dengan negara produsen singkong lainnya di Asia Tenggara.

"Bagaimana tapioka dan singkong Lampung bisa bersaing dengan singkong dari Thailand dan Vietnam. Kita memang sudah tertinggal puluhan tahun dari mereka, jadi ini yang harus kita kejar," katanya.

Ia menambahkan, hasil riset awal diharapkan mulai terlihat dalam waktu satu tahun ke depan, khususnya terkait pengembangan bibit unggul. Sementara peningkatan produktivitas secara signifikan ditargetkan dapat dicapai dalam waktu maksimal dua tahun.

"Risetnya sudah dimulai di Unila. Target kita satu tahun sudah ada bibit unggul, dan dalam satu sampai dua tahun produktivitas petani sudah bisa meningkat," jelasnya.

Secara nasional, Lampung juga telah ditetapkan sebagai lokasi National Cassava Center atau Pusat Singkong Nasional melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Kementerian PPN/Bappenas, dan Sungai Budi Foundation.

Program ini bertujuan memperkuat riset singkong sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Melalui Cassava Center, pemerintah berharap tercipta ekosistem singkong yang lebih efisien dari hulu hingga hilir, sehingga industri tapioka Lampung semakin kompetitif di pasar nasional maupun global. (*)