Lampung Kebut Riset Singkong, Targetkan Bibit Unggul dari Cassava Center Unila
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung
terus mendorong penguatan ekosistem singkong sebagai komoditas strategis
daerah.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan pusat
riset singkong melalui Cassava Center yang bekerjasama dengan Universitas
Lampung (Unila).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, setelah
harga singkong mulai membaik, pemerintah akan memfokuskan pada peningkatan
produktivitas petani.
Menurutnya, upaya tersebut tidak bisa dilakukan tanpa riset yang
kuat dan kolaborasi berbagai pihak.
"Kedepan kita akan fokus bagaimana meningkatkan
produktivitas. Untuk produktivitas ini tentu harus diawali dengan riset, yang
dilakukan bersama antara pemerintah, pihak swasta, dan universitas," kata
dia saat dimintai keterangan, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, riset tersebut dilakukan melalui Cassava Center
yang telah dibentuk di Unila dengan memanfaatkan lahan riset di kawasan Kota
Baru, Lampung Selatan.
Program riset ini sudah mulai berjalan sejak dua bulan terakhir
setelah diresmikan. Cassava Center ini diharapkan menjadi pusat inovasi
pengembangan singkong di Lampung, mulai dari teknologi budidaya, pengolahan
lahan, hingga pengembangan varietas unggul.
Mirza menegaskan, salah satu fokus utama penelitian adalah
mencari bibit singkong unggul yang tidak hanya memiliki produktivitas tinggi,
tetapi juga memiliki kadar aci yang tinggi sehingga sesuai dengan kebutuhan
industri tapioka.
"Kita akan cari bibit unggul. Selama ini kita belum
memiliki bibit yang produktivitasnya tinggi sekaligus kadar acinya tinggi. Ini
yang sedang kita riset," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas bibit menjadi kunci agar
industri singkong Lampung mampu bersaing dengan negara produsen singkong
lainnya di Asia Tenggara.
"Bagaimana tapioka dan singkong Lampung bisa bersaing
dengan singkong dari Thailand dan Vietnam. Kita memang sudah tertinggal puluhan
tahun dari mereka, jadi ini yang harus kita kejar," katanya.
Ia menambahkan, hasil riset awal diharapkan mulai terlihat dalam
waktu satu tahun ke depan, khususnya terkait pengembangan bibit unggul.
Sementara peningkatan produktivitas secara signifikan ditargetkan dapat dicapai
dalam waktu maksimal dua tahun.
"Risetnya sudah dimulai di Unila. Target kita satu tahun
sudah ada bibit unggul, dan dalam satu sampai dua tahun produktivitas petani
sudah bisa meningkat," jelasnya.
Secara nasional, Lampung juga telah ditetapkan sebagai lokasi
National Cassava Center atau Pusat Singkong Nasional melalui kerja sama antara
pemerintah daerah, Kementerian PPN/Bappenas, dan Sungai Budi Foundation.
Program ini bertujuan memperkuat riset singkong sekaligus
meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas dan
kualitas hasil panen.
Melalui Cassava Center, pemerintah berharap tercipta ekosistem
singkong yang lebih efisien dari hulu hingga hilir, sehingga industri tapioka
Lampung semakin kompetitif di pasar nasional maupun global. (*)
Berita Lainnya
-
Jalan Tirtayasa Bandar Lampung Rusak Parah, Warga Minta Segera Diperbaiki Jelang Mudik
Kamis, 12 Maret 2026 -
Penggunaan SPKLU Meningkat Pesat, PLN UID Lampung Tinjau Kesiapan SPKLU di Jalur Mudik Lebaran 2026
Kamis, 12 Maret 2026 -
Gerebek Tambang Ilegal, PTPN I Regional 7 Apresiasi Polda Lampung dan Kodam XXI/Raden Inten
Kamis, 12 Maret 2026 -
Puncak Arus Mudik Diperkirakan 18 Maret, 44.500 Kendaraan Bakal Melintas di Tol Lampung
Kamis, 12 Maret 2026



