• Kamis, 12 Maret 2026

Operasi Ketupat 2026, Lampung Kerahkan 4.232 Personel dan Sebar 92 Pos di Jalur Mudik

Kamis, 12 Maret 2026 - 19.40 WIB
13

Apel gelar pasukan di Mapolda Lampung, Kamis (12/3/2026). Foto: Yudi/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Polda Lampung resmi memulai Operasi Ketupat Krakatau 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi yang melibatkan kekuatan lintas sektoral ini mulai diberlakukan serempak pada pukul 00.00 WIB malam ini.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, mengungkapkan bahwa seluruh simpul transportasi mulai dari Pelabuhan Bakauheni, Bandara Radin Inten II, stasiun kereta api, hingga terminal bus telah dipetakan dan disiagakan personel.

Berdasarkan data operasional, total personel yang diterjunkan mencapai 4.232 orang, dengan rincian sebagai berikut :

2.701 Personel Polri: Melibatkan kekuatan Polda Lampung (327 pers) dan jajaran Polres. Polresta Bandar Lampung menjadi penyumbang terbesar dengan 418 personel, disusul Polres Lampung Selatan (380 pers) dan Polres Pesawaran (212 pers).

1.527 Personel Instansi Terkait: Terdiri dari unsur TNI (280 pers), Dinas Perhubungan (278 pers), Satpol PP (304 pers), Dinas Kesehatan (316 pers), hingga dukungan dari BPBD, Basarnas, PMI, dan Senkom.

Dukungan Udara: Terdapat 4 personel BKO Poludara Korpolairud Baharkam Polri untuk pantauan situasi dari udara.

Untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan pemudik, Polda Lampung menyebar 92 pos dengan fungsi yang spesifik.

57 Pos Pengamanan (Pos Pam): Difokuskan pada titik-titik rawan kriminalitas dan angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas).

17 Pos Pelayanan (Pos Yan): Disiapkan sebagai tempat istirahat sementara bagi pengemudi yang kelelahan, lengkap dengan layanan kesehatan.

16 Posko Bencana: Ditempatkan di titik rawan bencana alam seperti banjir, gempa, dan tanah longsor sebagai pusat kendali dan koordinasi antar instansi.

2 Pos Terpadu: Berfungsi sebagai pusat kendali, komunikasi, koordinasi, dan informasi (K3I) lintas sektoral.

Dalam operasi ini, Irjen Helfi memberikan instruksi khusus kepada para Kapolres untuk proaktif menjaga kelayakan jalur mudik.

"Polres wajib mengusahakan perbaikan darurat pada lubang-lubang jalan yang berpotensi memicu kecelakaan, jangan hanya menunggu perbaikan permanen dari Dinas PU," tegas Irjen Helfi saat diwawancarai usai memimpin upacara apel gelar pasukan di Mapolda Lampung, Kamis (12/3/2026).

Dari sisi keamanan, prioritas operasi ini adalah mengantisipasi kejahatan konvensional seperti Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), serta aksi copet di moda transportasi massal. 

Pengamanan dilakukan secara terbuka oleh personel berseragam maupun tertutup (intelijen), termasuk penempatan penembak jitu (sniper) di titik-titik yang dianggap sangat rawan.

Operasi Ketupat Krakatau 2026 ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, baik yang melalui jalur Tol Trans Sumatera maupun jalur reguler arteri di seluruh wilayah Lampung. (*)