• Jumat, 13 Maret 2026

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Magang di Proyek RS Urip Sumoharjo, Perkuat Sinergi Kampus dan Dunia Konstruksi

Jumat, 13 Maret 2026 - 14.09 WIB
16

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Magang di Proyek RS Urip Sumoharjo. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia kampus terbaik di Lampung mengikuti program magang berdampak di proyek pembangunan Rumah Sakit Urip Sumoharjo yang berlokasi di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Program ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan pengalaman belajar langsung di lapangan bagi mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu mengenali dinamika dunia kerja profesional di bidang konstruksi.

Beberapa dosen Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia turut mengantarkan mahasiswa ke lokasi proyek sebagai bentuk pendampingan akademik. Kehadiran dosen di lokasi proyek sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan industri konstruksi.

Magang berdampak tersebut direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Dalam periode itu, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan proyek, mulai dari pengamatan pekerjaan konstruksi, memahami sistem manajemen proyek, hingga mempelajari proses pengendalian mutu serta keselamatan kerja pada proyek pembangunan berskala besar.

Proyek pembangunan Rumah Sakit Urip Sumoharjo di Pesawaran merupakan salah satu proyek penting yang diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Kehadiran rumah sakit yang memadai diyakini mampu memperluas akses layanan kesehatan serta memperkuat sistem pelayanan medis di daerah.

Dalam proyek ini, PT Ciba Kreasi Konsultan bertindak sebagai kontraktor yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Bagi mahasiswa Teknik Sipil Teknokrat, keterlibatan dalam proyek yang dikelola perusahaan profesional tersebut menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung dari para praktisi di lapangan.

Saat ini, pembangunan rumah sakit telah memasuki tahap konstruksi hingga lantai tiga. Progres tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengamati secara langsung berbagai tahapan pembangunan gedung bertingkat, mulai dari pekerjaan struktur, pemasangan bekisting, penulangan, hingga pengecoran beton.

Mahasiswa juga dapat mempelajari bagaimana proses perencanaan jadwal pekerjaan dilakukan agar setiap tahapan pembangunan berjalan secara efisien. Selain itu, mereka memperoleh pemahaman mengenai manajemen proyek, termasuk pengelolaan waktu, biaya, dan mutu yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek konstruksi.

Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengatakan program magang berdampak menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal dunia profesional sejak dini.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga belajar mengenai kerja tim, komunikasi, serta kemampuan menyelesaikan masalah di lingkungan proyek konstruksi yang dinamis.

“Lingkungan proyek memiliki dinamika yang berbeda dengan suasana akademik di kampus. Di lapangan mahasiswa belajar mengenai kerja tim, komunikasi efektif, serta bagaimana mengambil keputusan secara tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., mengapresiasi pelaksanaan magang berdampak yang diikuti mahasiswa Teknik Sipil tersebut.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata akan memberikan pengalaman berharga yang sangat penting ketika mereka memasuki dunia kerja.

“Melalui program magang berdampak di proyek pembangunan Rumah Sakit Urip Sumoharjo ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata yang akan memperkaya wawasan dan keterampilan mereka. Ketika lulus nanti, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk berkontribusi dalam berbagai proyek pembangunan di masa depan,” ujar Nasrullah.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kapasitas sumber daya manusia yang akan mengelola dan mengembangkan infrastruktur tersebut di masa depan.

Program magang berdampak ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui keterlibatan mahasiswa dalam proyek pembangunan infrastruktur, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) karena proyek yang dikerjakan merupakan pembangunan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri konstruksi, Universitas Teknokrat Indonesia terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Bagi siswa yang ingin menempuh pendidikan di kampus unggulan dengan program pembelajaran berbasis praktik dan kerja sama industri, Universitas Teknokrat Indonesia sebagai PTS Terbaik ASEAN membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui laman resmi https://spmb.teknokrat.ac.id.