Pelebaran Jalan RE Martadinata Dinilai Dukung Akses Wisata Bahari Lampung
Pegiat pariwisata Lampung, Yopie Pangkey. Foto: Dok Yopie
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Rencana Pemerintah Provinsi Lampung untuk melebarkan Jalan RE Martadinata di Kota Bandar Lampung mendapat dukungan dari kalangan pegiat pariwisata. Proyek yang saat ini telah memasuki tahap pengukuran lahan tersebut dinilai dapat membantu mengurai kemacetan sekaligus memperlancar akses menuju sejumlah destinasi wisata bahari di Kabupaten Pesawaran.
Pengamat sekaligus pegiat pariwisata Lampung, Yopie Pangkey, menilai kelancaran akses menuju lokasi wisata merupakan faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan dan kepuasan wisatawan.
"Ini langkah strategis karena dari dulu memang kendalanya adalah kemacetan. Jadi dari sisi pariwisata kami mendukung," ujar Yopie saat dihubungi, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan rencana teknis dari Pemerintah Provinsi Lampung, ruas jalan yang saat ini memiliki lebar kurang dari 8 meter akan ditingkatkan kapasitasnya. Badan jalan direncanakan menjadi selebar 11 meter, sementara total ruang jalan atau right of way (ROW) termasuk drainase di sisi kiri dan kanan ditargetkan mencapai 14 meter.
Menurut Yopie, peningkatan infrastruktur tersebut dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata. Namun ia mengingatkan agar pelaksanaan proyek tetap memperhatikan aspek lingkungan serta dampak sosial bagi masyarakat di sekitar lokasi.
"Untuk sektor pariwisata tentu kami sangat mendukung. Jika memungkinkan, pelebaran tidak hanya di Jalan RE Martadinata, tetapi dilakukan secara bertahap hingga ke akses menuju destinasi wisata," katanya.
Meski demikian, ia menilai pelebaran jalan tersebut belum tentu langsung berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Menurutnya, manfaat utama dari proyek tersebut lebih pada peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan perjalanan menuju kawasan wisata.
"Kalau peningkatan jumlah wisatawan kemungkinan tidak terlalu besar, apalagi baru satu titik. Tetapi yang jelas ini akan meningkatkan kenyamanan wisatawan," jelasnya.
Ia juga menilai peningkatan kualitas infrastruktur jalan dapat membantu menjaga citra positif pariwisata Lampung di mata wisatawan.
Yopie mengatakan minat wisatawan dari luar daerah terhadap destinasi wisata pantai dan pulau di Lampung masih cukup tinggi, terutama dari provinsi tetangga yang tidak memiliki garis pantai.
"Lampung masih menjadi daya tarik utama untuk wisata pantai. Sumatera Selatan dan Jambi tidak memiliki pantai, sehingga minat wisatawannya cukup tinggi," ujarnya.
Selain itu, menurutnya tidak sedikit wisatawan yang kembali berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Lampung, khususnya kawasan pantai dan pulau.
Ia menambahkan, kemudahan akses menuju Lampung melalui jalur udara, darat, serta keberadaan jalan tol dari arah Sumatera Selatan turut membuat perjalanan wisatawan menjadi lebih efisien, baik dari wilayah Sumatera Selatan maupun Jabodetabek.
Secara umum, Yopie menilai kondisi jalan menuju kawasan wisata di Lampung sudah cukup baik. Namun ia mengingatkan pemerintah daerah agar lebih memperhatikan akses penghubung dari jalan utama menuju titik destinasi wisata.
Ia mencontohkan akses menuju kawasan wisata Kiluan yang jalan provinsinya sudah cukup baik, tetapi jalan masuk menuju lokasi wisata masih perlu ditingkatkan.
"Secara umum sudah bagus. Tinggal akses dari jalan utama menuju jalan masuk destinasi yang perlu diperhatikan pemerintah daerah, baik kabupaten maupun kota," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Ratusan Warga Serbu Takjil Gratis di Mahan Agung Lampung
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kenaikan Tarif Bus Lebaran Non-Ekonomi Dibatasi Maksimal 20 Persen
Jumat, 13 Maret 2026 -
RSUD Abdul Moeloek Monitoring dan Evaluasi Layanan Rawat Jalan dan Farmasi
Jumat, 13 Maret 2026 -
Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Magang di Proyek RS Urip Sumoharjo, Perkuat Sinergi Kampus dan Dunia Konstruksi
Jumat, 13 Maret 2026



