• Senin, 16 Maret 2026

BPJN Lampung Kerahkan Tim Siaga, Lubang Baru di Jalan Nasional Langsung Ditambal

Senin, 16 Maret 2026 - 13.07 WIB
23

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, Ali Duhari. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung memastikan penanganan lubang jalan telah mencapai 100 persen pada H-10 Lebaran. Namun, munculnya lubang baru akibat faktor cuaca dan beban kendaraan membuat tim tetap bekerja tanpa henti hingga mendekati hari raya.

Kepala BPJN Lampung, Ali Duhari, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan.

"Untuk jalan nasional yang berlubang sudah kita tutup 100 persen pada H-10 Lebaran. Cuma lubang-lubang baru itu kan dua hari, tiga hari ada lagi. Jadi kita terus kerja," ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (16/3/2026).

Menurut dia, petugas di lapangan akan tetap bersiaga hingga Lebaran. Penanganan lubang baru dilakukan secara cepat agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

"Terus kerja sampai Lebaran itu tetap standby orang-orang yang kerja itu, tidak berhenti. Kalau ada lubang baru langsung ditambal, langsung ditangani," katanya.

Ia menambahkan, proses penambalan tidak lagi menggunakan alat berat karena berpotensi menimbulkan kemacetan. Sebagai gantinya, penanganan dilakukan secara manual dengan metode tambal cepat.

"Tidak pakai alat berat lagi, pakai tenaga manual. Kalau alat berat bisa menyebabkan kemacetan. Aspalnya mungkin pakai TCM, Tambal Cepat Mantap. Itu tidak diproduksi di AMP, sudah dalam bentuk sak-sakan, jadi kita tinggal tutup. Sistemnya salop sapu lubang," jelasnya.

Tim yang bertugas di lapangan juga disiagakan untuk pekerjaan pembersihan seperti pemangkasan rumput dan penataan bahu jalan.

"Tim kita standby terus sapu lubang. Tim babat rumput dan pembersihan itu saya tugaskan sampai H-2 tetap kerja," tambahnya.

Sebelumnya, berdasarkan data per 6 Maret 2026, terdapat 7.174 titik lubang di ruas jalan nasional di Lampung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.721 titik telah ditangani, sementara 1.919 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Upaya percepatan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, khususnya para pemudik yang diperkirakan meningkat signifikan menjelang Lebaran. (*)