• Senin, 16 Maret 2026

H-5 Lebaran 2026, Tim Gabungan Sidak Pasar Tradisional di Kota Metro

Senin, 16 Maret 2026 - 13.16 WIB
23

Tim gabungan saat melakukan pengecekan sejumlah bahan pangan yang dijual di pasaran. Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - H-5 Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, pengawasan terhadap peredaran bahan pangan mulai diperketat. Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta lembaga pengawas pangan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Metro, Senin (16/3/2026).

Hal tersebut guna memastikan keamanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus pengawasan adalah Pasar Kopindo. Di pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga tersebut, tim gabungan melaksanakan Pengawasan Keamanan Pangan Terpadu.

Kegiatan tersebut juga merupakan momentum peringatan World Food Safety Day, yang menekankan pentingnya jaminan keamanan pangan bagi masyarakat.

Pengawasan tersebut melibatkan sejumlah instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, kepolisian, hingga pengawas dari Balai Pengawas Obat dan Makanan. Dari jajaran pemerintah daerah hadir Kabid Perdagangan Kota Metro Eni Purwati serta Kabid Ketahanan Pangan Kota Metro Pipi Puspitasari.

Sementara dari unsur teknis turut hadir JF Medik Veteriner Madya UPT RPH Ruri Astuti W, perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Lampung Zamroni, serta pengawas jaminan produk halal Venny Adelia. Dari unsur kepolisian, kegiatan pengawasan dipimpin oleh Kanit Tipidter Satreskrim Polres Metro M. Andri Anwar yang mewakili Kasat Reskrim Polres Metro Rizky Dwi Cahyo.

Aipda M. Andri Anwar menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan tiga hal utama, ketersediaan bahan pokok, stabilitas harga, serta keamanan produk pangan yang beredar di masyarakat.

Menurutnya, menjelang Idulfitri biasanya terjadi lonjakan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga maupun munculnya praktik-praktik tidak sehat dalam perdagangan bahan pangan.

"Dari hasil monitoring dan pengecekan di Pasar Kopindo Kota Metro, secara umum harga bahan pokok penting masih relatif stabil meskipun terdapat sedikit kenaikan pada beberapa komoditas. Namun kondisi tersebut masih dalam batas wajar menjelang Idul Fitri,” ujar Andri.

Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, sejumlah komoditas utama masih berada pada kisaran harga yang relatif terkendali. Beras premium tercatat berada di angka Rp14.600 per kilogram, sementara beras medium Rp13.500 per kilogram. Untuk beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) berada di kisaran Rp11.800 per kilogram.

Komoditas protein hewani seperti daging sapi dijual sekitar Rp135.000 per kilogram, sedangkan daging ayam ras berada di angka Rp39.000 per kilogram. Harga telur ayam ras juga masih berada pada kisaran Rp29.000 per kilogram.

Sementara untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah tercatat Rp36.000 per kilogram dan bawang putih kating Rp35.000 per kilogram. Harga cabai rawit merah berada di angka Rp70.000 per kilogram, sedangkan cabai merah sekitar Rp50.000 per kilogram.

Adapun untuk komoditas minyak goreng bersubsidi Minyakita, harga di tingkat pedagang tercatat sekitar Rp15.700 per kilogram.

Meski sebagian komoditas mengalami kenaikan, tim menilai pergerakan harga tersebut masih dalam batas normal menjelang momentum Lebaran yang memang identik dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Selain memantau harga, tim gabungan juga melakukan pemeriksaan terhadap berbagai produk pangan olahan yang dijual di pasar. Perwakilan BPOM Provinsi Lampung melakukan pengambilan sampel sejumlah produk untuk diuji secara langsung di lokasi.

Pemeriksaan tersebut difokuskan pada kemungkinan adanya kandungan zat berbahaya seperti formalin, boraks, maupun bahan kimia lain yang berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.

“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa produk pangan olahan yang diuji tidak ditemukan kandungan zat berbahaya dan dinyatakan layak konsumsi,” jelas Andri.

Melalui kegiatan Sidak tersebut, pemerintah dan aparat penegak hukum berharap masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan serta menyambut Hari Raya Idulfitri dengan rasa aman dan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan bahan pokok maupun risiko pangan yang tidak layak konsumsi. (*)