• Senin, 16 Maret 2026

Jaga Toleransi, PSMTI Metro Bagikan Ratusan Takjil untuk Warga Muslim

Senin, 16 Maret 2026 - 19.46 WIB
78

Sejumlah anggota PSMTI dan Wakil Walikota Metro saat membagikan takjil kepada masyarakat. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro – Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama kembali ditunjukkan oleh komunitas masyarakat Tionghoa di Kota Metro. Melalui kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan, pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Metro membagikan ratusan paket takjil kepada warga Muslim yang melintas di sejumlah titik jalan di Metro.

Aksi sosial yang digelar pada momentum Ramadan tersebut menjadi simbol kuat harmoni sosial di kota pendidikan itu. Tidak kurang dari 500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. Para pengurus PSMTI bersama relawan terlihat turun langsung ke jalan untuk membagikan paket makanan ringan kepada para pengendara dan warga yang melintas.

Ketua PSMTI Kota Metro, Dedi Cahyana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud nyata komitmen PSMTI dalam menjaga nilai toleransi antarumat beragama di Kota Metro.

Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan sosial antarwarga tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.

“Sebanyak 500 paket takjil kami bagikan kepada masyarakat. Takjil itu berasal dari teman-teman paguyuban, sumbangan anggota PSMTI, serta dari kas organisasi. Untuk isinya bervariasi, sesuai kebutuhan takjil pada umumnya, seperti kolak, snack, dan makanan ringan lainnya,” kata Dedi saat diwawancarai di sela kegiatan, Senin (16/3/2026). 

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda berbagi makanan, tetapi juga menjadi pesan moral bahwa keberagaman yang ada di Kota Metro harus dijaga sebagai kekuatan sosial.

“Ini adalah wujud toleransi kami dari PSMTI kepada masyarakat Kota Metro. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan tidak pernah menjadi penghalang untuk berbagi dan saling peduli,” ujarnya.

Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Metro yang selama ini memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial PSMTI. Menurutnya, hubungan antara organisasi masyarakat dengan pemerintah daerah saat ini terjalin semakin harmonis.

“Terima kasih sekali kepada pemerintah yang selama ini mensupport PSMTI. Seperti yang disampaikan Pak Wakil Wali Kota, antara PSMTI dan Pemerintah Kota Metro sekarang sudah tidak ada jarak lagi. Kita berjalan bersama membangun kota ini,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah PSMTI yang dinilainya mampu memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurut Rafieq, kegiatan berbagi takjil yang dilakukan komunitas lintas budaya seperti PSMTI merupakan contoh konkret bagaimana toleransi tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Ini contoh yang sangat baik. Ketika saudara-saudara kita dari PSMTI berbagi takjil kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, itu menunjukkan bahwa Kota Metro adalah kota yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan toleransi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong berbagai organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keharmonisan sosial.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan. Toleransi bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi budaya hidup masyarakat. Kota Metro bisa maju jika masyarakatnya saling menghargai dan saling menjaga,” katanya.

Rafieq juga menilai bahwa keterlibatan komunitas Tionghoa melalui PSMTI dalam kegiatan sosial Ramadan menjadi simbol kuat bahwa kehidupan masyarakat Metro dibangun di atas fondasi keberagaman yang sehat.

Di tengah dinamika sosial dan politik yang seringkali memunculkan perbedaan, kegiatan berbagi seperti ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial tetap hidup di tengah masyarakat.

Bagi warga yang menerima takjil, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman yang menyentuh. Banyak pengendara yang mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi aksi berbagi yang dilakukan oleh PSMTI.

Di sisi lain, kegiatan ini memperlihatkan bahwa toleransi di Kota Metro tidak sekadar narasi seremonial, melainkan telah menjadi praktik sosial yang nyata. Ramadan pun kembali menjadi ruang pertemuan nilai kemanusiaan, di mana perbedaan latar belakang melebur dalam semangat berbagi dan saling menghormati.

Dan di jalan-jalan Kota Metro sore itu, ratusan paket takjil bukan sekadar makanan pembuka puasa, tetapi juga simbol kecil dari persaudaraan yang lebih besar di tengah keberagaman masyarakat. (*)