• Senin, 16 Maret 2026

Mudik Gratis Lampung Angkut Ribuan Warga dengan KA dan Bus, Wagub Jihan: Tidak Gunakan APBD

Senin, 16 Maret 2026 - 10.06 WIB
34

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat dimintai keterangan, Senin (16/3/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kembali melaksanakan program mudik gratis pada tahun 2026 dengan menambah layanan moda transportasi bus selain kereta api.

Program ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya hanya menyediakan kereta api sebagai sarana mudik bagi masyarakat.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan bahwa program mudik gratis tahun ini terlaksana berkat sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah provinsi, serta sejumlah mitra perusahaan.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Pagi hari ini kita melaksanakan program mudik gratis tahun 2026. Yang sebelumnya mudik gratis pertama, ini adalah mudik gratis kedua," kata Jihan.

Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat dua moda transportasi yang disediakan, yakni kereta api dan bus. Untuk kereta api, keberangkatan dilakukan menuju Kertapati pada pagi hari dan dilanjutkan ke Baturaja pada siang hari.

Sementara itu, armada bus disiapkan untuk melayani rute dalam wilayah Lampung, seperti Way Kanan, Liwa, Pesisir Barat, Mesuji, hingga Krui.

"Semoga para pemudik lancar, bisa nyaman, melaksanakan mudik dengan baik, dan bertemu keluarga dalam keadaan sehat walafiat," tuturnya.

Jihan berharap program mudik gratis ini dapat terus berkembang pada tahun mendatang dengan semakin banyaknya perusahaan yang berpartisipasi.

"Harapannya pelaksanaan program tidak hanya berlangsung satu hari, tetapi dapat diperluas menjadi beberapa hari sesuai dengan kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan jika jumlah pemudik yang menggunakan kereta api menuju Kertapati tercatat sebanyak 848 orang.

Selain itu, terdapat dua keberangkatan bus antarkota dengan masing-masing 348 penumpang. Sementara layanan bus untuk rute dalam provinsi mencapai sekitar 270 penumpang.

Tingginya minat masyarakat membuat jumlah armada bus ke beberapa tujuan seperti Krui dan Liwa ditambah.

"Pemerintah pusat melalui skema PSO turut memberikan dukungan berupa tambahan kuota mudik dari Jakarta ke Lampung serta subsidi angkutan penyeberangan kapal sebesar 30 persen," jelasnya.

Menurutnya, subsidi PSO membuat tarif kereta api menjadi jauh lebih murah. Untuk rute Lampung - Kertapati, tarif yang seharusnya mencapai sekitar Rp180 ribu kini hanya dibayar sekitar Rp32 ribu oleh penumpang.

Hal serupa juga berlaku untuk rute menuju Baturaja yang mendapatkan subsidi sehingga tarif menjadi lebih terjangkau.

Selain itu, Pemprov Lampung juga telah berkoordinasi dengan organisasi angkutan darat agar pelaksanaan mudik gratis tidak merugikan pengusaha transportasi.

"Harapannya mudik gratis ini dapat membantu masyarakat pulang kampung dengan aman, nyaman, dan selamat, serta menjadi bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri," tutupnya. (*)