• Senin, 16 Maret 2026

Musrenbang 2027, Pemkot Bandar Lampung Perkuat Daya Saing Daerah dan Infrastruktur

Senin, 16 Maret 2026 - 17.02 WIB
20

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat memberikan arahan dalam Musrenbang dalam rangka penyusunan rencana pembangunan tahun 2027 di Gedung Semergou, Senin (16/3/2026). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan rencana pembangunan tahun 2027 di Gedung Semergou, Senin (16/3/2026).

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan bahwa tema pembangunan Kota Bandar Lampung pada tahun 2027 adalah memperkuat daya saing daerah, integrasi pelayanan publik, serta pemantapan kualitas infrastruktur.

Menurutnya, sejumlah program prioritas akan difokuskan pada berbagai sektor strategis guna mendukung tema pembangunan tersebut.

“Program prioritas pada tahun 2027 berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan sosial, peningkatan kualitas lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Eva juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah hadir dalam kegiatan Musrenbang Kota Bandar Lampung.

Ia berharap pemerintah provinsi dapat memberikan dukungan program pembangunan, khususnya dalam penanganan persoalan regional.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Lampung dapat mengalokasikan program dan kegiatan pembangunan di Kota Bandar Lampung, khususnya terkait penanganan sampah regional dan penuntasan permasalahan banjir yang membutuhkan dukungan lintas wilayah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Bandar Lampung, Dini Purnamawaty, menjelaskan bahwa salah satu penyebab banjir di Bandar Lampung dipengaruhi oleh curah hujan di wilayah hinterland seperti Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan.

Ia mengatakan, aliran air dari wilayah tersebut langsung mengarah ke Kota Bandar Lampung sehingga meningkatkan potensi banjir saat hujan deras terjadi.

Selain itu, sistem drainase yang belum terpadu juga menjadi salah satu faktor penyebab banjir. Banyak pembangunan rumah yang tidak diikuti dengan pembangunan sistem drainase yang memadai.

“Masih banyak sampah di drainase, sehingga sistem drainase di wilayah Way Kandis rentan terhadap banjir. Kami sebenarnya sudah melakukan pembangunan dan pelebaran drainase serta talut di beberapa titik,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ia menekankan agar setiap kabupaten dan kota memastikan rencana pembangunan daerahnya selaras dengan visi dan misi pemerintah provinsi maupun nasional.

“Pembangunan kabupaten/kota merupakan bagian dari pembangunan provinsi dan nasional. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik agar target pembangunan dapat tercapai,” pungkasnya. (*)