• Selasa, 17 Maret 2026

Besok BPBD Turunkan Tim Tangani Banjir di Bumi Hantatai Lambar

Selasa, 17 Maret 2026 - 21.58 WIB
33

Warga berjalan ditengah banjir yang melanda wilayah Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), khususnya di Pekon Bumi Hantatai, Selasa (17/3/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menindaklanjuti dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), khususnya di Pekon Bumi Hantatai, Selasa (17/3/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan yang diterima serta hasil koordinasi dengan Anggota DPRD Lampung Barat, Mistiana, yang sebelumnya turun langsung meninjau kondisi warga terdampak banjir.

Kepala BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian banjir dari Tim Reaksi Cepat (TRC) yang berada di wilayah BNS pada sore hari menjelang magrib.

“Laporan kami terima menjelang Magrib dari TRC di lapangan. Banjir terjadi akibat meluapnya aliran Way Bulok di Pekon Bumi Hantatai,” ujar Padang Priyo Utomo saat dikonfirmasi Kupas Tuntas, Selasa (17/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan awal, banjir tersebut menyebabkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori sedang, sementara sejumlah rumah lainnya turut terdampak genangan air.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD langsung melakukan koordinasi dengan perangkat pekon setempat untuk segera melakukan penanganan awal di lokasi terdampak banjir dengan melakukan evakuasi terhadap sisa material banjir.

"Upaya penanganan sementara dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat dengan fokus pada pembersihan material sisa banjir yang masuk ke permukiman warga," kata Padang menambahkan.

Selain itu, warga bersama aparat pekon juga mulai melakukan pemulihan area terdampak, termasuk membersihkan rumah-rumah yang terendam lumpur serta memperbaiki bagian bangunan yang rusak.

Padang menegaskan bahwa langkah cepat ini penting dilakukan agar kondisi lingkungan segera kembali normal dan warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa terlebih saat ini mendekati hari raya idul fitri.

Ia menambahkan, saat ini kondisi di lokasi kejadian sudah berangsur membaik setelah debit air menurun dan genangan mulai surut. Meski demikian, BPBD memastikan akan tetap melakukan langkah lanjutan guna memastikan penanganan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Pada hari berikutnya, BPBD Lampung Barat dijadwalkan akan menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen secara menyeluruh terhadap dampak banjir. Tim akan melakukan pendataan lengkap terkait jumlah kerusakan, kebutuhan mendesak warga, serta langkah penanganan darurat yang perlu segera dilakukan.

“Hari ini kondisi sudah aman, air sudah surut. Besok kami kirim tim untuk melakukan assessment secara lengkap sekaligus menentukan langkah penanganan darurat yang diperlukan,” ungkapnya.

Selain penanganan fisik, BPBD juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan wilayah BNS merupakan wilayah rawan bencana.

Padang Priyo Utomo mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama yang berpotensi menyebabkan banjir.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini karena saat ini cuaca sedang ekstrem khususnya bagi wilayah rawan bencana,” pungkasnya.

Langkah cepat BPBD ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana sekaligus meminimalisir risiko dampak lanjutan bagi masyarakat di wilayah rawan banjir di Lampung Barat.

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD Lampung Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Mistiana, turun langsung meninjau lokasi banjir bandang yang melanda Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Selasa (17/3/2026). Kehadirannya menjadi bentuk respons cepat legislatif terhadap penderitaan warga yang terdampak bencana.

Di tengah kondisi permukiman yang masih dipenuhi lumpur dan sisa genangan air, Mistiana menyapa satu per satu warga yang terdampak. Ia juga melihat langsung kerusakan rumah serta kondisi masyarakat yang masih berupaya membersihkan lingkungan pascabanjir.

Mistiana juga langsung melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos). “Koordinasi kita lakukan agar bantuan bisa segera disalurkan dan penanganan berjalan maksimal. Ini situasi darurat yang membutuhkan respon cepat,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, banjir bandang tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah BNS dalam waktu singkat, sehingga menyebabkan Sungai Way Bulok meluap.

Luapan sungai itu kemudian merendam dua dusun, yakni Dusun Bumi Jaya dan Dusun Hantatai, dengan dampak yang cukup signifikan terhadap permukiman warga. Di Dusun Bumi Jaya, tercatat sejumlah rumah mengalami kerusakan, bahkan satu unit rumah rusak berat akibat terjangan arus banjir.

Sementara di Dusun Hantatai, dampak lebih luas terjadi dengan puluhan rumah warga terendam air serta beberapa hewan ternak dilaporkan hanyut terbawa arus. Tidak hanya itu, lahan pertanian milik warga juga turut terdampak, yang berpotensi mengganggu perekonomian masyarakat dalam jangka panjang. (*)