Dampak Banjir Bandang di BNS Meluas, Rendam Puluhan Rumah dan Hanyutkan Ternak Warga
Tampak warga berjalan ditengah banjir yang merendam desanya. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Banjir bandang menerjang dua dusun di Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, pada Selasa (17/3/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah itu dalam waktu relatif singkat, menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat yang tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.
Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB memicu meluapnya aliran Sungai Way Bulok. Debit air yang meningkat drastis membuat sungai tidak mampu menampung aliran air, sehingga meluber ke permukiman warga di Dusun Bumi Jaya dan Dusun Hantatai.
Peratin Pekon Bumi Hantatai, Syahruddin, menjelaskan bahwa banjir bandang tersebut merupakan dampak langsung dari curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu singkat. Air yang datang dengan arus cukup deras langsung merendam rumah warga serta lahan pertanian yang berada di sekitar aliran sungai.
“Banjir terjadi akibat luapan Sungai Way Bulok setelah hujan deras. Air masuk dengan cepat ke permukiman warga di dua dusun, sehingga banyak warga tidak sempat mengamankan barang-barangnya,” ujar Syahruddin berdasarkan laporan yang disampaikan kepada pihak kecamatan.
Di Dusun Bumi Jaya, dampak banjir menyebabkan satu unit rumah warga mengalami kerusakan berat setelah diterjang arus deras. Selain itu, tujuh rumah lainnya turut terendam air, mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta.
Sementara itu, kondisi di Dusun Hantatai terpantau lebih parah. Sedikitnya 45 rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi. Selain merendam permukiman, banjir juga menghanyutkan sejumlah hewan ternak milik warga yang tidak sempat diselamatkan.
Tidak hanya itu, sektor pertanian juga turut terdampak. Lahan pertanian seluas kurang lebih empat hektare dilaporkan terendam banjir, yang berpotensi menyebabkan gagal panen bagi para petani. Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi warga yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur penahan banjir. Tanggul Sungai Way Bulok dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa titik akibat derasnya arus air, sehingga memperbesar risiko terjadinya banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Akibat bencana tersebut, satu keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko yang lebih besar. Hingga saat ini, pemerintah pekon bersama pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan terhadap jumlah kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak.
Syahruddin berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera menangani dampak bencana tersebut. Ia menekankan pentingnya perbaikan tanggul sungai serta bantuan bagi warga yang terdampak agar kondisi dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. (*)
Berita Lainnya
-
Besok BPBD Turunkan Tim Tangani Banjir di Bumi Hantatai Lambar
Selasa, 17 Maret 2026 -
Mistiana Minta BPBD dan Dinsos Segera Beri Bantuan Korban Banjir
Selasa, 17 Maret 2026 -
Hujan Deras Picu Banjir di BNS, Enam Rumah Warga Terdampak, Satu Rusak Parah
Selasa, 17 Maret 2026 -
Pemkab Lambar Pastikan THR ASN 2026 Tersalurkan 100 Persen, Total Rp 21,3 Miliar
Selasa, 17 Maret 2026








