Minibus Terjun ke Sungai di Tanggamus, DPRD Lampung Dorong Evaluasi Jembatan Rawan
Minibus Terjun ke Sungai di Tanggamus, DPRD Lampung Dorong Evaluasi Jembatan Rawan. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Insiden minibus terjun ke sungai di wilayah Kabupaten Tanggamus memicu perhatian DPRD Provinsi Lampung.
Lembaga legislatif tersebut mendorong pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap jembatan dan infrastruktur jalan yang dinilai rawan kecelakaan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi menyatakan, peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan aspek keselamatan pada infrastruktur publik, khususnya jembatan yang berada di jalur dengan tingkat risiko tinggi.
“Kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai musibah biasa. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan, terutama yang berada di daerah rawan,” ujarnya, belum lama ini.
Menurutnya, faktor keselamatan seperti kondisi fisik jembatan, kelengkapan rambu, hingga penerangan jalan harus menjadi perhatian utama. Ia menilai, banyak jembatan di daerah yang belum dilengkapi pengaman memadai, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, DPRD juga meminta dinas terkait untuk melakukan pendataan terhadap titik-titik rawan kecelakaan di seluruh wilayah Lampung, termasuk di Kabupaten Tanggamus yang memiliki kontur jalan berkelok dan berbatasan langsung dengan aliran sungai.
“Harus ada pemetaan yang jelas, mana saja jembatan yang perlu perbaikan atau penambahan pengaman,” katanya.
DPRD menilai, langkah antisipatif seperti pemasangan guardrail, lampu penerangan, serta rambu peringatan sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan serupa.
Tak hanya itu, pemerintah juga diminta melakukan inspeksi rutin terhadap infrastruktur yang sudah ada guna memastikan kelayakan dan keamanan bagi masyarakat.
“Jangan sampai menunggu kejadian dulu baru ada tindakan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Diketahui, peristiwa minibus terjun ke sungai di Tanggamus sempat menghebohkan warga dan menjadi sorotan publik. Insiden tersebut diduga dipicu oleh kondisi jalan dan minimnya pengaman di sekitar jembatan.
DPRD berharap, evaluasi yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan keselamatan transportasi di Provinsi Lampung. (*)
Berita Lainnya
-
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Insentif untuk Ribuan Kader Kesehatan dan KB
Selasa, 17 Maret 2026 -
Diberhentikan dari Ketua UDD PMI Lampung, Mars Dwi Tjahjo: Sudah Melalui Mekanisme
Selasa, 17 Maret 2026 -
Ketika Idul Fitri Bertemu Nyepi: Indonesia Mengajarkan Damai di Tengah Perang Dunia, Oleh: Koderi
Selasa, 17 Maret 2026 -
5.824 PPPK Paruh Waktu Bandar Lampung Terima THR, Pemkot Kucurkan Rp 2,9 Miliar
Selasa, 17 Maret 2026








